Foto Ilustrasi: Engin Yakurt/Pexels)
Foto Ilustrasi: Engin Yakurt/Pexels)

Langkah-langkah yang Dilakukan setelah Didiagnosis HIV

Rona hiv/aids
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Juni 2019 15:13
Mendapatkan kabar bahwa diri Anda terkena virus HIV, memang membuat syok. Tapi Anda tak melulu terlarut dengan kesedihan, pasalnya ada beberapa langkah penting untuk Anda ambil. Di antaranya melakukan pemeriksaan dasar.
 
Jakarta:
Mengetahui bahwa Anda mengidap HIV, dunia terasa hancur. Namun tenang, hal itu bisa menjadi kondisi yang bisa dikelola atau Anda tangani dalam jangka panjang. Tidak seperti penyakit diabetes atau jantung.
 
Dengan pengobatan, banyak orang Amerika yang hidup dengan HIV hampir selama orang lain yang tidak mengidapnya. Seiring dengan diagnosis yang baru Anda dapatkan, Anda akan menghadapi sejumlah keputusan penting yang harus diambil dan ditindaklanjuti. Berikut beberapa langkah yang perlu Anda ambil:

1. Lakukan pemeriksaan dasar

Meskipun Anda telah mengetahui positif HIV, Anda mungkin tidak merasa sakit atau berbeda dari kondisi biasanya. Tetapi penting untuk mendapatkan evaluasi medis menyeluruh, sehingga Anda dapat melacak bagaimana kondisi kesehatan Anda berubah seiring waktu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan rutin memeriksakan kondisi, dokter Anda juga bisa menggunakan informasi terbaru untuk memutuskan obat mana yang paling cocok untuk Anda. Juga tentang waktu yang tepat untuk mulai meminum obat tersebut.
 
Anda dapat mengunjungi dokter umum, mengunjungi klinik kesehatan umum setempat, atau mencari dokter melalui departemen khusus perawatan HIV.

2. Mulai ART

Pengobatan HIV disebut terapi antiretroviral (ART) dan Anda harus segera mulai menerapkannya. Terapi ini di luar obat-obatan yang Anda minum biasanya, namun dilakukan setiap hari.
 
ART akan menjaga infeksi Anda agar tidak menjadi lebih buruk dan secara tajam mengurangi jumlah virus dalam tubuh Anda. Tentunya, Anda bisa lebih sehat dan kecil kemungkinan menularkan HIV kepada orang lain.

3. Pantau kesehatan

Patuhi janji Anda kepada dokter, begitu pula sebaliknya. Anda akan diambil darah setiap beberapa bulan, terutama pada tahun pertama Anda mengidap HIV.
 
Rangkaian tes ini melacak viral load HIV Anda yang menunjukkan seberapa baik obat HIV bekerja dalam tubuh Anda. Serta bagaimana jumlah CD4 Anda yang menunjukkan seberapa baik sistem kekebalan Anda merespons terhadap pengobatan. Kunjungan pemantauan kesehatan ini juga akan memberikan Anda kesempatan untuk bertanya kepada dokter tentang informasi yang kurang Anda pahami.

4. Beritahu orang tertentu

Anda tidak harus membagikan diagnosa HIV Anda kepada semua orang. Tetapi beberapa orang mungkin memiliki hak hukum untuk mengetahuinya, yakni orang tua dan keluarga terdekat. Namun jika Anda mungkin ingin memberi tahu orang lain secara sukarela, silakan saja.
 
Anda perlu juga memberitahu pasangan Anda. Nantinya, pasangan Anda bisa menjaga diri dengan melakukan perawatan khusus.
 
Langkah-langkah yang Dilakukan setelah Didiagnosis HIV
 
Membuka informasi tentang HIV Anda kepada keluarga dan orang yang memiliki hubungan dekat dengan Anda dapat memberikan dukungan emosional dan lainnya. Juga pemahaman mengenai bantuan selama perawatan atau keadaan darurat medis Anda.
 
Selain itu, beritahu kepada pembagi jarum suntik. Misalnya, perawat kesehatan ketika Anda harus disuntik. Dokter gigi dan spesialis kesehatan lainnya pun wajib Anda beritahu agar mereka dapat menangani Anda dengan cara yang tepat.
 
Sementara itu, bos di perusahaan atau tempat Anda tidak memiliki hak untuk mengetahui tentang status HIV Anda, kecuali ada kekhawatiran yang sah tentang paparan darah dan masalah keamanan lainnya secara tidak disengaja. Jika Anda khawatir tentang kemungkinan diskriminasi, mungkin lebih baik tidak memberitahukannya kepada rekan kerja.
 
Lawan Faktor U, Tetap Sehat dan Produktif

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif