Berat Badan Ibu Pengaruhi Perkembangan Anak saat Dewasa

Sri Yanti Nainggolan 17 April 2018 15:00 WIB
studi kesehatan
Berat Badan Ibu Pengaruhi Perkembangan Anak saat Dewasa
(Foto: Shutterstock)
Jakarta:  Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang kegemukan dan memiliki kadar gula tak normal berpengaruh pada pubertas anak perempuannya, kelak. 

Studi tersebut menyebutkan bahwa obesitas maternal (indeks massa tubuh 30 atau lebih) dan ibu yang kegemukan (indeks massa tubuh antara 25 dan 30) berhubungan dengan peningkatan sebesar 11 sampai 20 persen terjadi pertumbuhan payudara dini pada anaknya saat berusia 6 sampai 11 tahun. 

"Kita tahu bahwa berat badan ibu berpengaruh pada berat badan anak. Apa yang kita pelajari adalah lingkungan utero juga memengaruhi waktu perkembangan pubertas pada keturunan. Hal ini masuk akal karena otak manusia juga berkembang dalam uterus dan otak mengeluarkan hormon yang memengaruhi pubertas," ujar pemimpin studi Ai Kubo, ilmuwan penelitian di Kaiser Permanente Northern California Division of Research, dilansir dari The Health Site.


Hubungan serupa antara obesitas ibu dan pubertas dini tersebut juga berkaitan dengan perkembangan rambut pubis atau rambut kemaluan. 

Selain itu, meskipun terdapat hubungan yang signifikan antara hiperglikemia (peningkatan gula darah selama kehamilan) pada ibu dan permulaan perkembangan payudara lebih dini pada anak, hal tersebut tidak terjadi pada ibu dengan diabetes gestasional.

"Ada kemungkinan wanita dengan diagnosis diabetes gestasional lebih berhati-hati tentang berat badan dan pola makan, yang kemungkinan telah mengubah berat badan dan pola perkembangan keturunan," kata Kubo. 

Namun, ia menambahkan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology tersebut melibatkan lebih dari 15 ribu pasangan ibu dan anak gadis.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pubertas dini, termasuk pertumbuhan payudara dini atau menarche (inisiasi menstruasi), meningkatkan risiko hasil kesehatan yang merugikan termasuk obesitas, diabetes tipe 2, sindrom ovarium polikistik, dan kanker pada masa remaja dan dewasa.

Untuk anak perempuan, hal tersebut dapat memicu risiko lebih tinggi pada emosi dan perilaku yang merugikan seperti depresi, kecemasan, inisiasi seksual dini dan kehamilan.


Lihat video:






(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id