ilustrasi--Pexels
ilustrasi--Pexels

Beberapa Pertanyaan yang Perlu Diajukan Sebelum Menikah

Rona tips pernikahan
Kumara Anggita • 31 Agustus 2019 14:03
Pasangan dengan pendidikan pranikah mengalami tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi. Bahkan menurut survei yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology, ?kemungkinan perceraian selama lima tahun turun hingga 30 persen.
 
 
Jakarta: Tidak ada yang mau pernikahannya berakhir pada perceraian. Baiknya jika Anda ingin menikah, lakukan persiapan lewat pendidikan pranikah.
 
Menurut sebuah survei yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology, pasangan dengan pendidikan pranikah mengalami tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi. Tak hanya itu, kemungkinan perceraian selama lima tahun turun hingga 30 persen.
 
Namun bila Anda tidak memiliki ketertarikan untuk mengikutinya maka setidaknya Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan pada satu sama lain untuk melihat apakah visi misinya sama dan kemungkinan terburuk macam apa yang akan muncul kelak suatu saat nanti.
 
Berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda ajukan pada pasangan sebelum memasuki pernikahan yang dilansir dari huffpost.
 
Nilai

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


-Bagaimana kita menangani konflik?
-Apa yang menjadi titik dimana toleransi tidak ada lagi (misalnya, ketidakjujuran keuangan, perselingkuhan, anak)? Apa dampak dari pelanggaran itu?
-Apa nilai paling penting yang akan kita pertahankan dalam hubungan kita?
 
Karir
 
-Apa tujuan karier kita (misalnya, mendapatkan pekerjaan sampingan atau bepergian lebih banyak) dan apa yang diperlukan untuk mencapainya?
-Apakah salah satu dari kita berencana untuk berganti karier, dan jika demikian, bagaimana kita akan menyesuaikan gaya hidup dan keuangan kita bila pendapaatanya nanti lebih rendah?
-Selama masa sibuk, apakah kita akan bekerja larut malam? Pada akhir pekan? Selama liburan?
 
Keintiman
 
- Apakah kita senang dengan jadwal bercinta yang dicanangka, atau apakah ada di antara kita yang menginginkan lebih?
- Jika kita tidak melakukan hubungan seks sebanyak yang kita inginkan, apakah ini berkaitan dengan masalah waktu atau energi. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hambatan itu?
-.Apa cara terbaik bagi kita masing-masing untuk menyatakan bahwa kita menginginkan lebih banyak seks?
-.Apakah ada di antara kita yang menginginkan lebih banyak romansa? Jika demikian, apa sebenarnya isyarat romantis yang paling kita harapkan? Lebih banyak ciuman? Lebih banyak pelukan? Makan malam romantis?
 
Anak
 
- Kapan kita ingin punya anak?
-Berapa banyak anak yang ingin kita punya/
-Jika karena alasan tertentu, kita tidak dapat memiliki anak, apakah kita akan adopsi?
-Akankah salah satu dari kita berhenti bekerja setelah kita memiliki anak, dan bagaimana hal itu akan memengaruhi gaya hidup dan keuangan kita?
-Apa yang kita ingin anak kita pelajari dari hubungan kita?
-Akankah kita membesarkan anak-anak kita dengan kepercayaan dan tradisi keagamaan?
 
Agama
 
-Apa keyakinan agama yang kita pegang?
-Apakah kita ingin terhubung kembali ke komunitas agama atau spiritual?
-Apa keyakinan dan praktik spiritual kita, dan bagaimana kita akan memasukkannya dalam kehidupan kita?
-Jika kita masing-masing memiliki keyakinan agama yang berbeda, bagaimana kita mempertahankan tradisi kita sendiri dan menggabungkannya, jika memungkinkan?
 
Pekerjaan rumah tangga
 
- Siapa yang akan bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga tertentu?
-Bisakah kita meninjau kembali daftar pekerjaan kita dalam beberapa bulan, jika salah satu dari kita tidak bahagia dengan itu apa upaya yang dibutuhkan?
-Apakah rumah yang bersih adalah keharusa atau sedikit berantakan tidak masalah?
-Siapa yang akan bertanggung jawab atas perencanaan makanan dan persiapan makanan selama seminggu dan pada akhir pekan?
-Apakah kita membutuhkan dan menikmati waktu sendirian? Bagaimana kita mewujudkannya?
 
Keterlibatan Keluarga
 
-Seberapa sering kita mengunjungi orang tua kita secara teratur? Setiap akhir pekan, atau sesekali?
-Bagaimana kita membagi liburan dengan adil di antara orang tua kita?
-Bagaimana kita menangani drama keluarga kita masing-masing?
-Seberapa sering kita akan berlibur dengan keluarga kita? Jika itu bukan sesuatu yang kita sukai, bagaimana kita dapat berkompromi?
 
Kehidupan sosial
 
-Seberapa sering kita akan menghabiskan waktu bersama teman-teman kita? Apakah kita akan menyimpan rencana jam kosong bersama teman atau berdua saja?
-Bagaimana kita akan berurusan dengan teman satu sama lain yang sangat tidak kita sukai?
-Jika seorang teman meminta untuk tinggal di rumah kita saat mereka berada di kota, atau jika mereka tidak bekerja, bagaimana kita akan menanganinya?
-Seberapa sering kita akan kencan malam?
-Seberapa sering kita ingin berlibur bersama?
itulah beberapa pertanyaan penting untuk mengetahui apa yang sungguh Anda inginkan dalam kehidupan jangka panjang. Sesuaikah calon pasangan Anda dengan kebutuhan Anda? 
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif