Studi dari University of Iowa, menemukan bahwa bayi berusia 1 bulan yang rewel lebih cenderung mengalami masalah kecemasan dan hiperaktif saat mereka berusia belasan tahun. Dengan kata lain, ada beberapa sifat yang dimiliki ketika masih anak-anak yang akan terus terbawa ketika mereka sudah dewasa kelak.
Dikutip dari Romper, berikut ini adalah beberapa sifat ketika masa anak-anak yang terbawa sampai mereka dewasa.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Banyak bicara
Menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of California, orang dewasa yang terlalu cerewet ketika anak-anak lebih mungkin untuk memiliki kemampuan berbicara yang baik dan tertarik pada masalah intelektual. Mereka juga cenderung agak suka memerintah. Di sisi lain, anak-anak dengan kefasihan verbal yang rendah tumbuh menjadi orang dewasa yang canggung secara sosial dan cepat menyerah dalam keadaan sulit.
(Baca juga: Tips Mendidik Anak Ala Pangeran William yang Patut Ditiru)
.jpg)
(Setiap anak akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia, namun ada beberapa sifat yang mereka miliki ketika kecil yang tetap bertahan sampai mereka dewasa nantinya. Foto: Ben White/Unsplash.com)
2. Mudah beradaptasi
Menurut penelitian dari University of Caifornia, anak-anak yang dianggap mudah dalam beradaptasi cenderung tumbuh menjadi seseorang yang ceria dan memiliki kemampuan verbal yang baik di usia pertengahan mereka. Anak-anak yang mengalami kesulitan untuk beradaptasi cenderung menggunakan kalimat-kalimat yang negatif dan lebih sering meminta bantuan orang dewasa.
3. Impulsif
Para peneliti Inggris, yang bekerja sama dengan psikolog dari University of Wisconsin, Madison, menemukan bahwa anak usia 3 tahun yang memiliki sifat impulsif akan tumbuh menjadi orang dewasa yang rentan terhadap tekanan dan kecemasan. Sedangkan anak-anak yang tidak impulsif cenderung lebih tidak takut dan merasa aman ketika mereka dewasa.
4. Rendah hati
Para peneliti dari California mencatat bahwa anak-anak yang rendah hati, atau tidak suka pamer ketika dewasa akan menjadi seseorang yang mudah menyalahkan diri sendiri, dan mudah merasa bersalah dibandingkan mereka yang tidak terlalu rendah hati ketika masih kecil.
5. Percaya diri
Sebuah studi dari Skotlandia menemukan bahwa anak-anak yang memiliki tingkat percaya diri dan harga diri yang tinggi akan lebih sehat ketika mereka dewasa dibandingkan anak-anak yang memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Para peneliti berteori bahwa orang yang memiliki citra diri yang positif lebih termotivasi untuk ingin memertahankan kebiasaan sehat seperti olahraga dan pola makan yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
