Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Penyebab Infertilitas pada Perempuan

Rona kesuburan
Kumara Anggita • 14 Januari 2020 14:15
Jakarta: Beberapa pasangan suami istri merasa tertekan dalam pernikahan karena belum dikaruniai anak. Ini terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah infertilitas.
 
Infertilitas bisa terjadi pada perempuan, laki-laki, atau kedua-duanya. Penyebab infertilitas pada perempuan dan laki-laki pun berbeda. Seperti yang dijabarkan Dokter Spesialis Akupunktur Klinik RS Pondok Indah, dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Ak.
 
“Infertilitas sendiri adalah ketidaksuburan. Masalah ini kerap dihadapi oleh pasangan suami-istri yang telah menikah dalam kurun waktu minimal satu tahun. Mereka telah melakukan hubungan intim secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun, namun sayangnya sang istri tak hamil jua. Saat ini, kasus infertilitas menjadi masalah kompleks di bidang kesehatan reproduksi,” ujarnya kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melanjutkan, satu dari tujuh pasangan suami istri di dunia mengalami infertilitas, baik infertilitas primer maupun infertilitas sekunder. Ini terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki.
 
Menurut penelitian, sekitar 40 – 50 persen infertilitas disebabkan oleh faktor yang berasal dari istri, 25 – 40 persen dari suami, 10 persen karena faktor keduanya, dan 10 persennya lagi tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).
 
Penyebab infertilitas pada perempuan antara lain:
1. Gangguan ovulasi (pelepasan sel telur)
 
2. Endometriosis (tumbuhnya lapisan dalam rahim di luar rahim)
 
3. Oklusi tuba falopi (penyumbatan saluran telur)
 
4. Vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) sehingga lapisan rahim kekurangan aliran darah
 
5. Faktor hormonal
 
6. Menopause dini
 
Mengingat penyebabnya berbeda-beda, Anda harus menyesuaikan penanganannya. Misalnya, Anda bisa memulainya dari terapi akupuntur. Menurut penelitian, teknik akupunktur dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menjalani terapi akupunktur.
 
Teknik ini dilakukan dengan cara merangsang titik tertentu di permukaan tubuh. Baik menggunakan jarum saja, elektroakupunktur (dengan bantuan listrik), laserpunktur (dengan sinar laser), maupun penyuntikan dengan cairan yang dikenal dengan akupunktur.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif