Cara Mengalihkan Perhatian Anak dari Gadget
Bermain di luar rumah meningkatkan sistem kekebalan tubuh, motorik, dan kinerja otak anak (Foto:Shutterstock)
Jakarta: Pada zaman modern sekarang ini, sudah menjadi pemandangan lumrah melihat anak bermain gadget, termasuk ponsel pintar dan tablet. Namun, sayangnya tak sedikit orang tua yang kebablasan memberi keleluasaan anak berinteraksi dengan gadget.

Penelitian The American Academy of Pediatrics & the Canadian Society of Pediatrics menyimpulkan anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak bermain smartphone dan tablet. Sebab, ketika anak bermain gadget, mereka cenderung tidak banyak bergerak yang dapat memicu obesitas. Penggunaan teknologi membatasi gerak fisik, sehingga menghambat pertumbuhan dan membuat sulit tidur.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sepertiga anak-anak yang mulai bersekolah mengalami hambatan perkembangan fisik, sulit berkonsentrasi, minim kemampuan membaca dan pencapaian prestasi di sekolah.


Terlalu lama bermain permainan yang mengandung adegan kekerasan juga berpotensi memicu perilaku agresif. Bermain gadget bisa menjadikan anak kecanduan, yang akhirnya berisiko memunculkan pola hidup tidak teratur, tak bisa mengatur waktu dan mengacaukan pola makan.

Jika tak ingin anak terdampak pengaruh buruk gadget, sebaiknya mulai kurangi penggunaan gadget pada anak. Sebagai gantinya, ajak mereka bermain di luar rumah. Bagaimana caranya?

1. Bangun Lingkungan yang Sehat


(Foto:Shutterstock)

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mematikan teknologi untuk sesaat. Anak-anak berusia antara 8-18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam sehari menggunakan peralatan elektronik. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak-anak dan remaja menggunakannya tidak lebih dari satu atau dua jam per hari, dan menyarankan orang tua menciptakan zona "bebas layar" di rumah.

Orang tua juga bisa membuat ruang outdoor yang ramah anak, misalnya dengan merapikan halaman belakang agar bisa dijadikan area bermain. Selain itu, kenali tetangga, sehingga ketika anak bermain dengan mereka, Anda tidak waswas.

2. Bermain di Luar Menyenangkan


(Foto:Shutterstock)

National Wildlife Federation merekomendasikan agar Anda memberikan "jam hijau" setiap hari kepada anak-anak. Maksudnya, adalah dengan membiarkan mereka bermain di luar tanpa gadget. Jika mereka masih enggan bermain di luar, berikan reward. Misalnya, setelah main di luar boleh menonton televisi atau bermain gadget selama satu jam.

Beri tahu juga alasan mengapa bermain di luar memberikan manfaat bagi tubuh, yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kesehatan, motorik, dan kinerja otak. Selain itu, jelaskan juga bahwa bermain di luar bisa mendekatkan dengan alam dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

3. Tunjukkan Hal Menarik


(Foto:Shutterstock)

Ada banyak aktivitas yang bisa dipilih anak ketika bermain di luar rumah. Mulai dari berkebun, bersepeda, bermain permainan berburu harta karun, berolahraga, dan lainnya. Anda juga bisa mendorongnya agar bisa menulis aktivitas outdoor di blog, dan mengabadikan beberapa momen dengan kamera saku. Ini juga menjadi poin mengajari mereka menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Tips bagi orang tua, tak usah khawatir jika anak akan hiking maupun camping. Sebab, kegiatan tersebut memberikan manfaat mengembangkan keterampilan baru dan bekerja bersama tim. Bekali mereka dengan perlengkapan tabir surya, sepatu hiking yang nyaman, P3K, air dan makanan, selimut, mantel, senter, peluit, dan lainnya. Ajarkan juga tata krama semisal tengah berada di gunung, dan apa yang harus dilakukan bila tersesat.

4. Terima Hasil 'Kotor-kotorannya'


(Foto:Shutterstock)

Jika anak bermain di luar rumah, mereka akan berkeringat dan kotor. Tapi ini tidak menjadi masalah, karena Anak yang main kotor-kotoran tidak selalu terserang kuman penyakit. Sebaliknya, sistem kekebalan tubuh akan terlatih menghadapi paparan kuman.

Soal pakaian kotor, orang tua hendaknya tak perlu cemas. Sebab ada deterjen yang ampuh membersihkan noda, yakni Rinso Matic. Jika baju terkena noda, cukup oleskan Rinso Matic cair pada bagian yang ternoda, kemudian masukkan ke dalam mesin cuci.



Busa yang melimpah biasanya menjadi indikasi proses pencucian yang bersih. Tapi terlalu banyak busa justru dapat merusak filter dan komponen lain mesin cuci. Berbeda halnya dengan Rinso Matic yang menghasilkan sedikit busa, dan aman untuk mesin cuci bukaan depan sehingga mesin cuci akan lebih awet. Tak hanya itu, format konsentratnya lebih efektif. Hal ini membuat deterjen lebih mudah tercampur merata dengan air dan mudah meresap ke serat kain, sehingga noda lebih mudah terangkat.

Rinso Matic juga tak meninggalkan zat residu pada mesin cuci. Rinso Matic mudah tercampur sempurna dengan air sehingga tidak akan meninggalkan sisa deterjen yang dapat merusak mesin cuci. Mudah dan praktis. Tidak perlu capek mengucek pakaian, karena dengan menggunakan Rinso Matic Anda bisa mengatakan #byebyekucek.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id