Bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit jika gumoh disertai dengan diare pada bayi. (Foto: Pexels.com)
Bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit jika gumoh disertai dengan diare pada bayi. (Foto: Pexels.com)

Kenali Kondisi Gumoh yang Berbahaya

Rona perkembangan anak
Kumara Anggita • 29 April 2019 13:39

Gumoh merupakan makanan yang telah dimakan kembali mengalir ke kerongkongan, bahkan keluar melalui mulut. Umumnya, gumoh dialami oleh bayi yang berusia di bawah 12 bulan.
 


Depok: Bayi yang gumoh sering buat para ibu panik. Ketika ini terjadi, Jangan terlalu panik dulu karena gumoh memang sering dialami si kecil yang baru lahir.
 
Dr. Anna Maurina S., S.Ikom, M.gizi, Sp.Gk menyatakan bahwa ini biasanya terjadi setelah pemberian ASI. Karena itu, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk menghentikan gumoh tersebut.
 
“Gumoh itu wajar habis pemberian ASI jadi ditiduri di dada dan ditepok-tepok,” ujarnya pada Medcom.id di Universitas Indonesia, Depok, Minggu 28 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun jika muntah terjadi secara terus-menerus. Anda memang harus waspada. Ini bisa terjadi karena penyumbatan atau banyaknya gas. 
 
“Kalau dia sampai muntah-muntah berkali-kali berarti mungkin ada sumbatan di saluran esofagus yang harus dibawa lagi ke dokter mungkin diperlukan surgical bedah atau gas berlebih, ada katup esofagus atau pilorus yang kurang menutup sempurna. Itu dia juga bisa meningkatkan gumoh itu,” ujarnya.
 
Kenali Kondisi Gumoh yang Berbahaya
(Jika muntah terjadi secara terus-menerus. Anda memang harus waspada. Ini bisa terjadi karena penyumbatan atau banyaknya gas. Foto: Pexels.com)

Waspada gumoh disertai dengan mencret

Selain itu, Anda juga harus berhati-hati jika bayi muntah dibarengi dengan mencret. Jangan biarkan bayi sampai pada tahap dehidrasi.
 
“Jadi muntah berlebih kemudian ada mencret itu harus diwaspadai,” ujarnya.
 
“Sampai badannya lemas, dehidrasi. Kalau muntah sekali ya habis itu bisa, tidak usah dibawa ke dokter,” ujarnya. Hal yang senada juga dikatakan oleh dr. Gia Pratama. Jika bayi terus-menerus muntah, Anda harus membawanya pada dokter.
 
“Muntah terus menerus itu bahkan udah tidak ada isinya juga tetap keluar. Sampai cairan hijau juga keluar itu tak berhenti, tetap muntah,” ujarnya pada Medcom.id.
 
Sama seperti yang dikatakan dr. Anna. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari bayi dari dehidrasi.
 
“Kalau sampai minum saja tidak bisa. Isinya keluar lagi, apapun yang diminum itu kan bisa dehidrasi. Keluar terus tidak ada asupan. Cirinya mata mulai cekung, kulit mulai keriput dicubit tak balik-balik, nangisnya mulai capek, dan tak ada air mata. Itu cepat ke rumah sakit,” ujarnya.
 
Dokter Gia mengatakan bahwa gumoh dapat terjadi karena infeksi, bakteri, dan virus. Karena itu, di rumah sakit akan disediakan pemeriksaan lebih lanjut.
 
“Yang bikin muntah itu ada dua bisa infeksi atau bakteri makanan atau alergi susu misalnya,” ujarnya.
 
“Dari infeksi bakteri atau virus kita harus periksa, ambil darahnya kalau ada demam atau tidak,” lanjutnya. Dengan mengetahui penyebabnya secepat mungkin tindakan dapat dilakukan. 
 
Beberapa rumah sakit yang bisa Anda kunjungi antara lain Rumah Sakit Royal Taruma, Mayapada Hospital, Rumah Sakit Pondok Indah, atau rumah sakit terdekat di daerah Anda.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif