Ilustrasi-(Foto: Pexels.com)
Ilustrasi-(Foto: Pexels.com)

Survei: Ada Kerumitan saat Berduka

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 24 Juli 2019 11:04
Dalam hidup setiap orang pernah merasa sedih, atau berduka. Namun pengalaman saat sedih atau duka setiap orang berbeda.
 
 
Jakarta: Kehilangan persahabatan atau kematian anggota keluarga atau teman dekat akan merasakan duka yang mendalam. Salah satu survei menyatakan ada kerumitan saat orang berduka.
 
Survei WebMD dilakukan kepada 1.084 responden di Amerika Serikat. Sebanyak 780 mengatakan bahwa mereka telah berduka atas peristiwa kehidupan dalam tiga tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak dari kita memiliki persepsi salah bahwa ada cara yang tepat untuk berduka dan kebanyakan orang berpikir mereka telah melakukan kesalahan," kata Donna Schuurman, selaku terapis keluarga dan direktur senior advokasi dan pelatihan di Dougy Center, Portland.
 
Mengacu pada buku On Death and Dying, setidaknya melampaui lima tahapan. Berusaha menemukan bagaimana orang bisa berduka dan bagaimana melaluinya. Ada penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
 
Tetapi survei menunjukkan bahwa berduka bukanlah pengalaman yang pasti sama dimiliki oleh setiap orang. Baik tentang untuk apa orang berduka atau bagaimana mereka mengalaminya.
 
Meskipun kita mungkin berpikir tentang kesedihan hanya dalam hal kematian, rasa kehilangan yang mendalam muncul sebagai respons terhadap lebih banyak peristiwa. Ya, tidak melulu soal kematian.
 
Sekitar 32 persen telah mengalami kematian anggota keluarga atau teman dekat. Sebanyak 31 persen responden menghadapi penyakit serius yang dialami mereka sendiri atau anggota keluarga. 
 
Di urutan ketiga, mereka yang meratapi persahabatan atau hubungan yang hilang atau kandas. Selanjutnya, berduka karena kematian hewan peliharaan. Proporsi yang lebih kecil bersedih karena perceraian atau kehilangan pekerjaan, rumah, atau harta.
 
"Hal yang mengejutkan adalah bahwa Anda tidak mengenali semua yang aspek berbeda dari setiap kesedihan. Ketika Anda tidak memahaminya, orang lain merasa Anda tidak diizinkan berduka. Itu merugikan pemulihan Anda," kata Claire Bidwell Smith, selaku konselor profesional klinis berlisensi, terapis kesedihan.
 
Durasi berduka yang intens bervariasi di antara para responden survei. Hal ini tergantung pada apa yang telah hilang dari orang tersebut. 
 
Ada responden yang mengatakan perasaan mereka paling kuat mereda dalam enam bulan pertama dan telah pulih dalam satu tahun. Pemilik hewan peliharaan adalah yang paling mungkin untuk pulih dengan cepat ketika kehilangan peliharaannya.
 
Durasi tersebut berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang kehilangan anggota keluarga atau teman dekat dengan ditinggal meninggal dan berduka atas kehilangan pertemanan atau hubungan dekat.
 
“Anda seperti berada di hutan belantara, mati rasa, merasa tidak tertambat, dan orang-orang tidak muncul dengan cara yang Anda harapkan. Kita hidup dalam masyarakat yang ingin kita mengatasinya dan terus maju,” kata peneliti.
 
Ada yang tertekan karena diharapkan pulih dalam tiga hingga enam bulan pertama. Tetapi pada kenyataannya, selama lima tahun pun mereka masih larut dalam kesedihan itu, ketika kehilangan pasangan, anak, atau orang tua. Akibatnya pun beragam untuk emosional maupun fisik.
 
Ketika ditinggal meninggal anggota keluarga, kerabat dekat, atau teman, lebih mungkin menimbulkan kesedihan, depresi, kemarahan, atau perubahan napsu makan. Mereka juga mengalami kejatuhan sosial, seperti kurangnya kepercayaan diri atau isolasi, kepahitan, dan menyalahkan diri sendiri.
 
Sedangkan, hampir setengah dari mereka yang berduka karena penyakit serius mengalami sulit tidur atau perubahan napsu makan. Jauh lebih sedikit dampaknya ketika kehilangan orang yang dicintai.
 
Cara menanganinya, cobalah menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga. Jangan segan atau ragu dalam meminta bantuan orang lain untuk menemani Anda.
 
Selain itu, alihkan perhatian Anda dengan mendengarkan musik atau membaca buku. Mungkin Anda tidak membutuhkan saran dari orang lain yang bisa saja menyinggung atau melukai hati Anda.
 
“Terkadang Anda butuh orang yang tidak dikenal dan tidak tahu kesedihan yang Anda alami. Mereka tiba-tiba saja muncul, membawakan Anda kopi atau makanan, dan mereka tidak memberi saran tentang bagaimana cara mengatasinya," papar peneliti.

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif