Ada beragam faktor mengapa anak tidak patuh di rumah maupun di tengah masyarakat. (Ilustrasi/Pexels)
Ada beragam faktor mengapa anak tidak patuh di rumah maupun di tengah masyarakat. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Hadapi Sikap Remaja saat Kenormalan Baru

Rona remaja psikologi remaja
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Juni 2020 16:01
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat masyarakat menyesuaikan diri dengan selanjutnya menghadapi kenormalan baru. Termasuk bagi para remaja. Namun, remaja memiliki beragam sikap yang harus dikendalikan, seperti ketika remaja keluar rumah tanpa menjaga jarak. 
 
Menurut Kriminolog Haniva Hasna, M. Krim ada beragam faktor mengapa anak tidak patuh di rumah maupun di tengah masyarakat. Sebab, anak mengalami tiga fase stres selama pandemi covid-19 saat ini.
 
"Anak tidak boleh ke sekolah hanya boleh di rumah. Setelah waktu berjalan dia akan stres karena enggak nyaman, butuh bersosialisasi. Stres kedua, saat nyaman di rumah tapi mulai bosan. Stres ketiga, saat kembali keluar, mereka sudah mulai takut," ujar Haniva kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan bahwa anak tidak panuh karena merasa tidak betah atau tidak tahan berada di rumah terus-menerus. Dalam hal ini, ada kegagalan orang tua menciptakan kondisi nyaman di rumah. Sebaliknya, jika orang tua bisa menciptakan kondisi nyaman bagi sang buah hati, anak tidak akan mudah keluar rumah.
 
"Kalau anak nyaman di rumah, sebosan apapun dia akan berusaha cari hal baru yang menyenangkan. Enggak keluar karena juga bisa karena takut yang berarti sudah dapat edukasi yang bagus dari orang tua maupun media," paparnya.
 
Kemudian, orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Haniva mengatakan bahwa bisa saja anak keluar rumah karena orang tuanya pun keluar rumah dengan menganggap bahwa pandemi ini tidak berbahaya bagi kesehatannya.
 
"Berhati empati agar mereka merasa bahwa ini masalah kita semua. Saya sehat tapi bagaimana kalau orang sakit, lalu dia tertular dan bawa ke rumah maka semua orang di rumah itu menjadi sakit. Konsep kita belum ada, tapi hanya ada konsep saya," tuturnya.
 
Maka dari itu, yang perlu dilakukan orang tua utamanya ialah membuat anak nyaman di rumah. Orang tua mengedukasi sekaligus menjadi teladan kepada anak dengan penekanan bahwa pandemi ini urusan kita bersama.
 
"Aman itu dari kepedulian yang diberikan orang tua, anak ngobrol ditanggapi. Jadi dalam kondisi pandemi ini yang harus paling waras itu orang tua. Kalau orang tua enggak waras, maka semuanya enggak waras," jelasnya.
 
Kenyamanan pun muncul dari pemenuhan terhadap kebutuhan rasa cinta, karena anak ingin dihormati. Namun, kondisi saat ini merupakan waktu yang sangat sulit bagi sebagian orang tua dalam mengontrol anak dengan tepat, terlebih bagi orang tua yang memiliki zero income
 
"Ini kondisi yang kalau dibiarkan terlalu lama akan kejahatan. Karena masyarakat dikasih aturan untuk enggak boleh keluar rumah tapi akhirnya enggak bisa bekerja, enggak bisa makan. Lama kelamaan, kalau kebutuhan primer tidak terpenuhi, jadinya jahat dan dianggap sebagai tindakan kriminal," ucapnya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif