Mencegah Si Kecil Jadi Tukang Gosip
Untuk menghindari anak menjadi seorang penggosip, berikut beberapa tips bagi para ibu agar anak tak terbiasa membicarakan orang lain. (Foto: London Scout/Unsplash.com)
Jakarta: Pergaulan anak adalah salah satu hal yang memengaruhi karakter anak kelak. Biasanya rumor buruk atau komentar memalukan mulai menyebar saat di sekolah saat anak berusia 8 atau 9 tahun. 

"Anak-anak usia ini menggunakan gosip untuk bereksperimen dengan seberapa banyak kekuatan dan pengaruh yang mereka miliki atas orang lain," jelas Karin S. Frey, Ph.D., profesor penelitian psikologi pendidikan dari University of Washington di Seattle.

Selain itu, mereka juga melakukannya dalam upaya untuk menjadi lebih populer.


Untuk menghindari anak menjadi seorang penggosip, berikut beberapa tips bagi para ibu agar anak tak terbiasa membicarakan orang lain. 

(Baca juga: Kebiasaan Orang Tua Menentukan Sikap Anak)

1. Bahasan dalam obrolan
Anak-anak akan lebih sering berkomunikasi dengan teman-temannya pada usia tersebut. Sebuah studi dari Universitas Duke meminta sekitar 60 orang anak perempuan tingkat empat untuk mengobrol selama 15 menit. Dalam durasi tersebut, rata-rata dari mereka membicarakan 24 orang yang berbeda. 

Sebagian dari mereka membicarakan hal biasa atau pujian tentang orang yang dibicarakan, namun sekitar tiga atau empat orang memberikan komentar negatif, bahkan menyakitkan. 

Bila anak Anda masuk dalam jumlah kecil tersebut, coba tanyakan bagaimana perasaannya bila menjadi orang yang dibicarakan tersebut. Dengan demikian, ia juga akan berhati-hati dalam berbicara.


(Anak-anak akan lebih sering berkomunikasi dengan teman-temannya pada usia 8-9 tahun. Foto: Courtesy of Oksana Kuzmina/Shutterstock)

2. Melindungi privasi
"Jika anak mengatakan hal yang benar, itu bukan gosip," ujar psikolog klinis Eileen Kennedy-Moore. Membicarakan tentang teman yang gagal dalam tes, melaporkan siapa yang dipanggil kepala sekolah, atau anak yang masih dibantu mengikat tali sepatu; dianggap wajar oleh si kecil.

Namun, tak ada salahnya untuk meminta anak menghindari beberapa topik sensitif saat bersama dengan teman seperti perceraian, memalukan, atau asumsi negatif. 

3. Pertemanan positif
Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr McDonald menyebutkan bahwa anak-anak pada usia tersebut lebih mudah mendapatkan teman jika mereka menilai orang lain. Meski demikian, oang tua harus menjelaskan efek negatif dari kebiasaan buruk tersebut. 

"Katakan pada anak, 'Jika temanmu membicarakan orang lain, mereka bisa jadi juga membicarakanmu,'" saran Dr Frey. Sarankan untuk lebih banyak beraktivitas fisik dengan teman-temannya dibandingkan hanya duduk sambil bergosip. 








(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id