Daya tahan berlian juga menjadi alasan mengapa benda ini merupakan simbol kesetiaan (Foto: Pexels)
Daya tahan berlian juga menjadi alasan mengapa benda ini merupakan simbol kesetiaan (Foto: Pexels)

Asal Mula Cincin Berlian menjadi Simbol Kesetiaan dalam Pernikahan

Rona tips pernikahan
Raka Lestari • 23 September 2019 17:27
Jakarta: Cincin merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilupakan ketika ingin melamar atau bertunangan. Dan biasanya cincin bertahtakan berlian tidak terlepas dari tradisi tersebut. Selain itu, banyak orang yang menganggap dengan menggunakan cincin berlian akan terkesan lebih mewah ketika Anda akan melamar pasangan Anda.
 
Meski sudah menjadi hal yang tak boleh dilupakan, tapi apakah Anda pernah tahu sejarah penggunaan cincin berlian sebagai mahar tunangan? Namun usut punya usut, ritual tersebut sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu.
 
"Sebelum 1940-an, hanya sekitar 10 persen dari cincin pertunangan yang menggunakan berlian. Namun kartel berlian De Beers mengubah hal tersebut melalui cara pemasarannya," ujar Aran Galligan, perancang perhiasan ramah lingkungan dan pendiri Aide-mémoire Jewelry, mengatakan kepada Bustle.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slogan klasik "A Diamond is Forever" diciptakan untuk perusahaan tersebut pada 1948. Dengan tujuan untuk mengubah pendapat populer tentang berlian dan meyakinkan banyak orang bahwa cincin berlian adalah bagian penting dari pertunangan atau lamaran. Dan ternyata kampanye tersebut berhasil.
 
"Faktanya, kampanye De Beers bersamaan dengan penggunaan produk berlian yang signifikan dalam film-film Hollywood dan di berbagai acara red carpet merupakan salah satu kampanya iklan paling sukses dalam sejarah," ujar Stephen Silver, seorang ahli perhiasan, ahli permata, dan ahli geologi yang berbasis di Silicon Valley.
 
"Kampanye itu secara mengejutkan, berhasil dan memberikan pemahaman bahwa daya tahan berlian identik dengan cinta yang abadi," sambungnya.
 
Berlian juga mewakili cinta abadi berkat kekuatannya yang sudah teruji. Ada benda yang digunakan oleh ahli perhiasan dan ahli geologi bernama Mohs Hardness Scale, yang menilai batu berdasarkan kekerasan atau daya tahannya.
 
"Dan berlian adalah batu yang paling sulit dikalahkan," ujar Kelsey Dickinson, dari studio desain perhiasan Abby Sparks Jewelry.
 
Karena cincin pertunangan biasanya dipakai setiap hari, dan berpotensi untuk rusak maka pilihan ini merupakan hal yang tepat. Anda bisa saja memukulkannya dengan kunci mobil, peralatan olahraga, meja kerja, atau bisa juga tersangkut pada sweate Anda, tersangkut di pintu mobil, dan masih banyak lagi.
 
"Jadi untuk mengatasinya, Anda harus memilih cincin pertunangan yang terbuat dari bahan-bahan yang memang sangat kuat," ujar Dickinson.
 
Tentu saja, daya tahan berlian serta kemilau yang mengesankan adalah sesuatu yang telah dikagumi orang selama berabad-abad. Cincin pertunangan berlian pertama kali diberikan kepada Mary of Burgundy pada abad ke-15 oleh Archduke Maximillian dari Austria.
 
"Ini lebih kepada tukar menukar cincin pertunangan, namun memang pada awalnya itu hanya untuk bangsawan," Darshan Gajiwala, pakar berlian dan salah satu pendiri Sun Diamond.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif