NEWSTICKER
Begitu seorang ibu mertua menjadi seorang nenek, mempertahankan hubungan yang baik bahkan lebih penting. (Ilustrasi/Pexels)
Begitu seorang ibu mertua menjadi seorang nenek, mempertahankan hubungan yang baik bahkan lebih penting. (Ilustrasi/Pexels)

Trik Agar Menjadi Ibu Mertua dan Nenek Idola

Rona tips keluarga
Anda Nurlaila • 22 Februari 2020 17:05
 Jakarta: Hubungan antara ibu mertua dan menantu seringkali mengalami pasang surut. Tapi peran ibu mertua sangat penting dalam memastikan dinamika keluarga tetap sehat. Termasuk saat anak-anak dewasa dan berkeluarga hingga berstatus nenek. 
 
Seperti dikutip dari Verywell Family, hubungan ibu mertua terdiri dari dua, yakni ibu mertua dan menantu perempuan serta ibu mertua dan menantu laki-laki. Menariknya, kombinasi ibu mertua dan menantu perempuan sebagian besar mengalami masalah. 
 
Penulis buku What Do You Really Want From Me?:Learning to Get Along With In-laws Terri Apter mengatakan studinya menunjukkan 60 persen menantu perempuan melaporkan hubungan yang penuh tekanan dengan ibu mertua mereka, dibandingkan dengan hanya 15 persen menantu laki-laki.

Hubungan Mertua-Menantu Perempuan Lebih Rentan 

Hubungan antara seorang ibu dan istri putranya penuh ketegangan karena melahirkan persaingan alami. "Masing-masing adalah wanita utama dalam keluarga utamanya," tulis Apter. Selain itu wanita masih bertanggung jawab atas pengasuhan anak, pekerjaan rumah tangga, dan masalah rumah tangga lainnya. Ego wanita cenderung dilingkupi dalam fungsi-fungsi ini, dan mereka menerima kritik dengan sangat serius, baik kritik itu terang-terangan atau tersirat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, banyak ahli percaya bahwa wanita lebih intuitif dan empatik daripada pria. Mereka mungkin menangkap perilaku meremehkan yang diabaikan laki-laki. 

Ibu mertua yang kritis

Aturan utama untuk ibu mertua kepada menantu adalah menghindari kritik secara langsung atau di depan orang lain. Hindari melakukan perilaku ini yang dapat menyampaikan pesan mengkritik seperti: 
 
Jangan membersihkan rumahnya yang berimplikasi menantu seorang ibu rumah tangga yang buruk.
 
Jangan memberikan saran tanpa diminta. Implikasinya: menantu tidak membuat keputusan yang baik.
 
Jangan memberikan hadiah yang mengirim pesan negatif, seperti buku self-help atau keanggotaan gym. Implikasinya: menantu tidak dapat diterima

Ibu mertua posesif

Konflik besar antara ibu mertua dan menantu perempuan muncul dari sini. Sang ibu adalah wanita paling penting dalam kehidupan putranya sebelum ada istri. Ibu harus berusaha keras untuk menghindari membuat anak laki-laki memilih antara dia dan istrinya, bahkan dalam hal-hal sepele. 

Ibu mertua yang terlalu penolong

Banyak ibu mertua yang selalu ingin membantu. Mereka meminjamkan uang, menjalankan tugas dan rumah tangga, memberi masakan dan bahan makanan. Bantuan mungkin dihargai pada awalnya, terutama jika pasangan itu masih muda.
 
Namun, pada akhirnya, pasangan  menyadari bahwa mereka tidak mampu menjaga diri mereka sendiri saat benar-benar ingin melakukannya. Saat ini perilaku ibu mertua mungkin sudah mendarah daging dan sulit mengubahnya. Ibu mertua harus membiarkan anak dan menantunya mengurus diri mereka sendiri.

Ibu mertua yang pemaksa

Tipe ibu mertua yang tidak mengenal batas. Terkadang ibu mertua ini secara konvensional memaksa, atau terlihat pendiam tapi terus muncul tanpa diundang. Berikut cara menghindari perselisihan:
 
Jika Anda memiliki kunci rumah anak, gunakan hanya ketika diminta untuk melakukannya atau dalam keadaan darurat.
 
Jangan mampir tanpa memberitahu lebih dulu.
 
Jangan berasumsi bahwa Anda akan diundang sepanjang perjalanan dan liburan keluarga anak. 
 
Saat menantu perempuan Anda hamil, ketahuilah bahwa mertua mungkin tidak dapat masuk ke ruang bersalin. Terkadang kakek-nenek tidak diundang saat persalinan karena kebutuhan menjalin ikatan di antara keluarga inti. 

Saat Ibu Mertua menjadi Nenek

Begitu seorang ibu mertua menjadi seorang nenek, mempertahankan hubungan yang baik bahkan lebih penting. Kakek-nenek yang memiliki hubungan baik dengan anak dan menantu akan mendapat manfaat sekaligus meraih kepercayaan anak. 
 
Sebaliknya, konflik dapat menjauhkan kakek-nenek dari cucu mereka. Lebih buruk lagi, kakek-nenek yang menyebabkan konflik seringkali mendapati diri mereka terasing dari cucu-cucu mereka, yang merupakan salah satu situasi yang paling menyedihkan.
 
Meskipun sangat penting untuk tidak memelihara konflik, ada bahaya jika ibu mertua dan menantu perempuan yang menjaga jarak dan tidak membangun hubungan nyata. Apter menyatakan "Tidak perlu membungkam diri sendiri. Penting bagi seorang ibu mertua untuk menunjukkan kepribadiannya dengan cara yang bisa diterima menantu."
 
Aturan pertama yang harus diingat selama berkomunikasi dengan anak-anak yang sudah dewasa dan berumah tangga adalah ikatan keluarga bukan alasan komunikasi yang kasar. 
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif