Ada alasan kenapa harga sepatu Doc Martens mahal. Berikut kisah sepatu yang legendaris ini. (Foto: Pexels.com)
Ada alasan kenapa harga sepatu Doc Martens mahal. Berikut kisah sepatu yang legendaris ini. (Foto: Pexels.com)

Kenapa Harga Sepatu Doc Martens Sangat Mahal?

Rona gaya
Timi Trieska Dara • 05 Juli 2020 15:00
Jakarta: Dr Martens, Doc Martens, DMS, atau Docs, apapun sebutannya, Anda pasti tahu dengan alas kaki dengan sol yang memantul dan jahitan kuning yang ikonik itu. Ketika Doc Martens pertama kali muncul di Inggris, pada 1960, sepatu ini dihargai USD3 per pasang. 
 
Sekarang, sepasang sepatu bot Made in England ini dapat membuat Anda geleng-geleng kepala karena harus membayar sekitar USD225 per pasang (sekitar Rp3.269.812). Jadi, apa yang sudah berubah? Dan mengapa sepatu ini sekarang jadi sangat mahal?
 
Sepatu ini semakin populer selama 60 tahun perjalanannya. Sepatu Doc Martens telah dipakai oleh semua orang dari punk hingga polisi. Kanye West, Cardi B, Dalai Lama, bahkan Pope Jhon Paul II pun mengenakan sepatu bot gaya militer Doc Martens tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dr Martens berawal ketika Dr Klaus Martens, kelahiran Jerman, menciptakan sepatu bot dari kulit lembut dengan sol yang empuk untuk membantu meringankan rasa sakit pada kakinya setelah kecelakaan ski.
 
Sepatu yang awalnya dibuat dari kulit daur ulang dan karet bekas ini terus mengalami tranformasi. Sol udara yang nyaman pada sepatu Doc Martens ditemukan pada 1945.
 
Sepatu bot Dr Martens awalnya dibuat untuk pekerja pabrik dan polisi, tetapi menjadi populer dengan beragam subkultur, dan dikenakan punk dan skinhead sebagai aksi pemberontakan.
 
Kenapa Harga Sepatu Doc Martens Sangat Mahal?
(Sepatu Doc Martens sebelah kiri memang terlihat keren dengan outfit apa pun. Foto: Pexels.com)
 
Dr Martens semakin berkembang di Jepang, lebih besar di seluruh dunia. Penjualan secara global sepatu bot Doc Martens meningkat 25 persen hingga 6 juta pasang. Sepatu Doc Martens menjadi kegemaran baru di Asia timur dan semakin populer.
 
Banyak negara yang coba membuat replika sepatu Doc Martens, salah satunya Tiongkok. Namun tentu saja kualitas dan kenyamanan jauh berbeda dengan sepatu yang dibuat di Wellingborough, Northamptonshire, England ini. 
 
Weston Kay, pemilik Rose Anvil, pernah mengupas tentang sepatu bot Doc Martens. Kay membandingkan sepatu buatan Tiongkok, buatan Inggris, dan vintage (lebih dari 30 tahun) di chanel Youtube-nya. Menurut dia, dari kualitas bahan dan proses pabrikan tampak jauh berbeda. Selain itu, sepatu vintage jauh lebih nyaman, kata dia.
 
Business Insider, pun menghubungi pihak Doc Martens untuk meminta komentarnya.  
 
"Kami tidak mengubah material apapun atau proses manufaktur yang dapat membahayakan kualitas produk kami. Faktanya, lebih dari 60 tahun sejarah bahan-bahan, alat, dan teknik tetap tidak berubah dan di mana perubahan spesifikasi telah terjadi itu dibuat untuk meningkatkan produk ikonik kami dan untuk memastikan kami memperbarui pengalaman pemakai," kata pihak Doc Martens.
 
"Bagian kayu pada betis sepatu khusus digunakan pada sepatu tinggi untuk menghentikan tumit keseleo, karena perubahan pada 2000 setelah merilis itu tidak memperbaiki integritas struktural dari sepatu bot kami. Pada 2005, pengisi internal tidak diubah dari kain tebal bulu halus ke bahan kualitas terbaik yang memberikan kenyaman dan daya tahan lebih besar," tambah pihak Doc Martens lagi.
 
Seiring waktu, sepatu Doc Martens menjadi ikonik Internasional. Harga Doc Martens terus meningkat disesuaikan dengan inflasi.
 
Pada 1960 harga sepasang sepatu Doc Martens USD50 (sekitar Rp726.625), pada 2002 meningkat menjadi USD146 per pasang (Rp2.121.745), dan pada 2019 menjadi USD228 (sekitar Rp3.313.410) per pasang. Selain kualitas dan kenyamanan, style unik tiada dua Doc Martens menjadikan sepatu ini semakin digemari meski harganya terus melambung tinggi.
 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif