Dorongan untuk terus belajar ini pun ia bagikan melalui media sosial dan langsung mendapat sambutan hangat dari warganet. Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kenalan dulu dengan sosok Seskab ini.
Profil Teddy Indra Wijaya?
Melansir dari laman Metrotvnews.com, Teddy Indra Wijaya adalah pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 14 April 1989. Ia tumbuh dari keluarga militer, dengan sang ayah berpangkat Kolonel Infanteri Purnawirawan bernama Giyono dan ibu yang juga berdinas di TNI, Mayor Caj (K) Patris RA Rumbayan.Presiden Prabowo Subianto menunjuk Teddy sebagai Sekretaris Kabinet pada Kabinet Merah Putih. Sebelum menduduki posisi tersebut, Teddy dikenal luas sebagai ajudan Prabowo. Ia pun meneruskan tongkat estafet jabatan Seskab yang sebelumnya diemban Pramono Anung selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sudah kenal sosoknya? Sekarang, yuk simak perjalanan Teddy dalam mengejar gelar Doktor di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB!).
Nama Teddy Indra Wijaya kembali menjadi perbincangan warganet setelah ia mengunggah aktivitasnya sebagai mahasiswa S3 SBM ITB di media sosial. Dalam unggahannya, ia menampilkan kesehariannya sebagai mahasiswa doktoral dengan semangat "belajar di mana pun dan kapan pun."
Selain itu, Teddy tampak berangkat dari Stasiun KCIC Halim pukul 06.30 WIB menuju Bandung. Bahkan di dalam kereta sekalipun, ia terlihat tak melewatkan kesempatan untuk mengulas materi kuliah. Begitu tiba di Bandung, ia langsung menuju Kampus SBM ITB di kawasan Ganesha untuk bertemu dosennya.
"Hilang arah harus bertanya, hendak ke Bandung dari Jatijajar. Apa pun kondisi dan tantangannya, tetap kita mesti semangat belajar," unggah akun Instagram @teddy_hq, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
Semangat Teddy itu pun mendapat apresiasi dari akun Instagram @catatanseskab. "Di tengah agenda yang padat, Seskab Teddy tetap semangat melanjutkan pendidikan. Menyala sekali, Pak! Semoga selalu sehat dan dimudahkan," tulisnya
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Teddy resmi tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Sains Manajemen ITB sejak 1 September 2025 dan saat ini masih aktif sebagai mahasiswa angkatan 2025/2026.
Lantas, apa saja yang dipelajari di S3 Sains Manajemen ITB? Simak selengkapnya.
Melansir dari laman SBM ITB, Program Doktor Sains Manajemen (DSM) dirancang khusus untuk para akademisi dan profesional yang ingin memajukan ilmu manajemen melalui riset yang mendalam dan berdampak luas. Program ini menggabungkan ilmu manajemen dan teknologi guna menjawab tantangan sistem yang kompleks, mulai dari strategi bisnis, kebijakan, hingga transformasi organisasi.
Kurikulum DSM menawarkan pelatihan riset komprehensif yang didukung oleh fasilitas mutakhir, pusat riset, dan kolaborasi industri. Kandidat mendapatkan pengalaman dunia nyata dan internasional, serta akses ke beasiswa kompetitif, yang memperkuat posisi global kami.
Dengan peta jalan penelitian terstruktur dan bimbingan khusus, kami membimbing kandidat menuju penyelesaian disertasi yang sukses dan kontribusi yang berarti bagi ilmu manajemen.
Lulusan DSM unggul sebagai peneliti akademis, penasihat kebijakan, konsultan strategi perusahaan, dan pemimpin industri dalam sistem yang kompleks, penelitian berbasis AI, dan pengambilan keputusan strategis.
Semangat belajar Teddy bukanlah hal baru. Jauh sebelum menduduki kursi Seskab, pria yang akrab disapa Letkol Teddy ini telah menapaki perjalanan pendidikan yang panjang dan penuh pencapaian. Berikut jejak lengkap pendidikannya:
- SMA Taruna Nusantara, Angkatan ke-15
- D4 Akademi Militer Magelang, Program Studi Manajemen Pertahanan (2011)
- Ranger School, US Army Infantry School, Fort Benning, Amerika Serikat (Lulus sebagai Lulusan Terbaik, November 2019)
- S2 Universitas Indonesia, Program Studi Kajian Terorisme (2021-2022)
- S3 Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Program Studi Sains Manajemen (Aktif sejak September 2025)
| Baca juga: Segini Biaya Pendidikan S2 ITB, Siap Masuk Kampus Idamanmu? |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News