Notifikasi yang muncul dari smartphone memicu kecemasan dan stres. (Foto: Ilustrasi Pexels)
Notifikasi yang muncul dari smartphone memicu kecemasan dan stres. (Foto: Ilustrasi Pexels)

Yang Terjadi pada Otak ketika Notifikasi Muncul di Smartphone

Rona psikologi
Kumara Anggita • 04 Desember 2019 06:00
Jakarta: Notifikasi yang muncul di smartphone bisa saja membuat Anda merasa senang. Lantaran pesan itu bisa jadi dari orang yang Anda sayangi seperti keluarga, sahabat, atau kekasih.
 
Akan tetapi, di sisi lain notifikasi juga memberikan pengaruh yang kurang baik untuk otak. Berikut penjelasan mengenai apa yang terjadi ketika notifikasi muncul di smartphone Anda yang dilansir dari Bustle.
 
Notifikasi yang muncul baik yang berbunyi atau hanya getaran membuat Anda dalam kondisi siaga. Karena itu, Anda bisa jadi stres dan cemas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini memicu kecemasan dan stres. Setidaknya, kewaspadaan tinggi, yang dimaksudkan untuk melindungi diri kita dari pemangsa, bukan telepon," Dr. Sanam Hafeez PsyD, seorang psikolog.
 
“Peringatan dari ponsel atau bahkan antisipasi mereka, mematikan korteks prefrontal yang mengatur fungsi kognitif tingkat tinggi, dan sebaliknya, memaksa otak untuk mengirim sinyal darurat ke tubuh,” lanjutnya.
 
Ini artinya, tiap kali pesan itu muncul, tubuh Anda langsung dalam mode terburu-buru. Sayangnya, hal ini tidak selalu bagus untuk Anda.
 
Tak hanya itu, notifikasi juga membuat Anda jadi ingin mengecek smartphone terus-menerus. Ini bisa berbahaya bagi Anda yang sedang menjalankan sesuatu, yang membutuhkan perhatian penuh.
 
"Bayangkan menerima teks dari orang penting ketika Anda berjuang atau sedang mengalami krisis," kata Dr. Hafeez.
 
“Anda mungkin sedang mengemudi, tetapi keinginan untuk melihat telepon dan membaca teksnya luar biasa. Jantung Anda mungkin berdetak kencang, telapak tangan Anda mungkin berkeringat, dan tubuh Anda terasa seperti terbakar, semua karena Anda tidak tahu apakah teks yang menunggu Anda mengatakan 'sayang, ambil susu saat pulang,’ atau 'kita harus menemui pengacara perceraian,” lanjut Dr. Hafeez.
 
Apalagi dampaknya, tidak begitu positif bagi kehidupan. Orang-orang tetap saja merasa bersemangat saat mendapatkan notifikasi. Ini karena notifikasi memberikan efek yang sama dengan diberikan hadiah.
 
"Ini mirip dengan merasa bersyukur, seperti merasa terburu-buru menang, atau makan kue cokelat," katanya.
 
"Otak tidak membedakan dari mana hadiah itu berasal, tetapi dopamin diperkuat dengan cara yang sama,” lanjutnya.
 
Anda tidak perlu menghentikan notifikasi tersebut, namun yang jelas Anda perlu belajar untuk menetapkan batasan buat diri sendiri. Hafeez menekankan bahwa terlepas dari kekhawatiran tersebut, setiap individu harus memiliki otonomi dan kontrol untuk memeriksa pemberitahuan apa pun yang mereka inginkan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif