Mereka yang terlibat hubungan romantis dengan sosiopat tidak mudah. (Foto Ilustrasi: Jose Lopez/Unsplash)
Mereka yang terlibat hubungan romantis dengan sosiopat tidak mudah. (Foto Ilustrasi: Jose Lopez/Unsplash)

Sosok Sosiopat dalam Percintaan

Rona psikologi
Anda Nurlaila • 17 Mei 2019 18:44
Sosiopat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Seseorang dengan gangguan ini sulit memahami perasaan orang lain.
 
Jakarta:
Sosok sosiopat sering menarik perhatian lawan jenis karena sifat karismatik yang dimiliki. Penampilan sosiopat umumnya menawan, senang memuji, dan pandai memanipulasi orang lain.
 
Istilah sosiopati adalah istilah sehari-hari gangguan kepribadian anti-sosial. Psikolog klinis, Carla Marie Manly, mengatakan kepada Health, perilaku sosiopati termasuk berbohong, manipulatif, serangan verbal dan fisik, impulsif, dan penipuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang-orang ini sering terlibat dalam tindakan yang ilegal atau berbatasan dengan ilegalitas," kata Marie.

Sosiopat dalam hubungan romantis

Dengan sifat-sifat yang dimiliki, para sosiopat seringkali individu yang melanggar norma dan harapan sosial. Perilaku mereka dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi diri sendiri dan orang-orang yang dekat dengan mereka. Dengan psikologis seperti itu, sosiopat akan sulit membangun hubungan romantis yang normal.
 
"Sosiopat menghargai diri mereka sendiri lebih daripada orang lain," ungkap psikolog Susan Masterson.
 
Sosiopat seringkali tidak memikirkan hal lain di luar diri mereka, perasaan dan keinginan orang lain, apa yang orang lain butuhkan atau masalah mereka.
 
"Hubungan yang sukses adalah kompromi dan keintiman, fokus tunggal pada diri sendiri membuat seorang sosiopat bukan pasangan yang baik," kata Masterson.
 
Sosiopat sering membuat keputusan berdasarkan kebutuhan dan keinginan sendiri. Mereka tidak berpikir bagaimana tindakan mereka memengaruhi orang lain, termasuk yang dekat dengan mereka. Karakter ini memengaruhi kemampuan individu untuk mencintai di berbagai tingkatan.
 
“Cinta sejati bukan egosentris dan mementingkan diri sendiri, itu membutuhkan fondasi kepercayaan diri dan kesadaran. Ini memerlukan cinta yang dalam dan rasa hormat kepada orang lain," terang Masterson.

Mahir palsukan cinta

Seorang sosiopat pandai memalsukan perasaan demi tujuan. Psikolog Forensik Darrel Turner mengatakan, seorang sosiopat dapat berperilaku penuh kasih atau sebaliknya di awal hubungan.
 
"Tetapi saat memperoleh tujuan akhir atau kebutuhannya terpenuhi, cinta akan terkikis dan menghilang begitu saja," kata Turner.
 
Mereka yang terlibat hubungan romantis dengan sosiopat tidak mudah. Sebab, seseorang dengan sosiopati akan menjadi pengendali, sering manipulatif dalam hubungan pribadi.
 
"Mereka menikmati membuat orang lain merasa buruk, merusak harga diri mereka, dan mengasingkan pasangan dari keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka tidak menyesal," ungkap Turner.
 
Perawatan gangguan mental ini biasanya seputar mengelola gangguan, menghadapi pemicu dan memodifikasi perilaku. Umumnya perawatan yang diberikan adalah terapi perilaku kognitif. Seperti belajar bagaimana memperlambat waktu reaksi, mengurangi perilaku impulsif, dan peningkatan perilaku untuk mengurangi konsekuensi negatif dalam kehidupan seseorang.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif