Kelahiran kembar laki-laki dan perempuan diteliti oleh Northwestern University. (Foto: Pexels.com)
Kelahiran kembar laki-laki dan perempuan diteliti oleh Northwestern University. (Foto: Pexels.com)

Perempuan dengan Kembaran Pria Lebih Bermasalah?

Rona keluarga
Torie Natalova • 12 April 2019 13:05
Kelahiran kembar laki-laki dan perempuan diteliti oleh Northwestern University. Studi yang ditulis oleh coauthor Krzysztof Karbownik, seorang ekonomis dan rekan peneliti menunjukkan bahwa paparan dalam rahim terhadap saudara kembar laki-laki memengaruhi hasil penting pada saudara kembar mereka.
 

 
Jakarta:
Sebuah penelitian menunjukkan wanita yang memiliki saudara kembar pria, memiliki lebih banyak masalah di sepanjang hidupnya, dibandingkan dengan wanita yang memiliki kembaran wanita. Para peneliti menduga paparan testosteron tingkat tinggi dalam rahim adalah penyebabnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lauren Vinopal dalam artikelnya yang berjudul "Girls Can Blame Twin Brothers for a Lifetime of Problems" menuliskan, ini adalah studi pertama yang melacak orang selama lebih dari 30 tahun, dari kelahiran hingga sekolah dan kehidupan saat dewasa.
 
Studi yang ditulis oleh coauthor Krzysztof Karbownik, seorang ekonomis dan rekan peneliti di Northwestern University, menunjukkan bahwa paparan dalam rahim terhadap saudara kembar laki-laki memengaruhi hasil penting pada saudara kembar mereka termasuk kelulusan sekolah, upah bekerja, dan tingkat kesuburan.
 
Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak perempuan yang terpapar testosteron tingkat tinggi dalam rahim, mungkin sangat rentan terhadap perilaku berisiko dan peningkatan agresi dalam jangka panjang. 
 
(Baca juga: Serba-serbi Seputar Anak Kembar)
 
Perempuan dengan Kembaran Pria Lebih Bermasalah?
(Studi yang ditulis oleh coauthor Krzysztof Karbownik, seorang ekonomis dan rekan peneliti menunjukkan bahwa paparan dalam rahim terhadap saudara kembar laki-laki memengaruhi hasil penting pada saudara kembar mereka. Foto: Dok. iStock)
 
Meski beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kondisi tersebut bisa jadi hasil dari pengasuhan, sebuah penelitian mengatakan bahwa ketika anak perempuan memiliki saudara kembar pria yang meninggal, juga mendapatkan efek yang sama. 
 
Namun, hingga kini belum ada penelitian yang meneliti secara seksama dan detail tentang bagaimana anak laki-laki kembar dapat memengaruhi saudara kembar perempuan mereka.
 
Penelitian tersebut melihat data dari 13.800, hasilnya wanita yang lahir dengan kembaran pria 15,2 persen lebih kecil kemungkinan lulus sekolah menengah, 5,8 persen lebih mungkin untuk memiliki masalah kesuburan, dan 8,6 persen lebih mungkin untuk mendapatkan upah lebih sedikit.
 
Temuan ini diklaim konsisten dengan gagasan bahwa paparan pasif testosteron prenatal dapat mengubah pendidikan, pasar tenaga kerja dan kesuburan wanita.
 
Hasil penelitian ini dikaitkan erat dengan peningkatan fertilisasi in vitro (bayi tabung) yang dapat menambah jumlah kelahiran kembar sejak 1980-an. 
 
Dalam dunia kesetaraan gender yang meningkat, anak perempuan dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi dapat menghasilkan lebih banyak uang dan menarik pasangan yang lebih baik.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif