Orang tua baru yang membawa pulang dan merawat bayi baru lahir sering kali mengkhawatirkan banyak hal. (Ilustrasi/Pexels)
Orang tua baru yang membawa pulang dan merawat bayi baru lahir sering kali mengkhawatirkan banyak hal. (Ilustrasi/Pexels)

Tak Perlu Cemaskan 10 Hal Ini pada Bayi Baru Lahir

Rona bayi
Anda Nurlaila • 08 Februari 2020 16:07
Jakarta: Orang tua baru yang membawa pulang dan merawat bayi baru lahir sering kali mengkhawatirkan banyak hal. Sebagian memang perlu karena menyangkut kesehatan bayi, namun ada juga yang harus dihilangkan saat mengasuh buah hati.
 
Berikut adalah beberapa hal yang tidak perlu Anda masukkan ke dalam daftar kekhawatiran seperti dimuat dalam Parents:
 
Menyentuh titik lunak di kepala bayi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak usah khawatir jika kebetulan menyentuh bagian kepala bayi yang lunak atau fontanel. Anda tidak menyentuh otaknya karena selaput ini sangat tebal. Fontanel yang lembut dan fleksibel membantu bayi selama persalinan untuk melewati saluran kelahiran yang sempit. Karena tengkoraknya fleksibel, kepala bayi berhasil melalui perjalanan yang cukup sulit tanpa membahayakan. 
 
Melihat denyutan di ubun-ubun
 
Denyutan itu adalah sistem peredaran darah bayi. Karena fontanel menutupi area tengkorak yang belum menyatu dan lunak, membuat pembuluh darah dan arteri terlihat.
 
Darah dalam popok bayi perempuan baru lahir
 
Selama kehamilan, peningkatan kadar estrogen ibu dapat merangsang rahim janin perempuan. Dalam minggu pertama kehidupan, tidak jarang bayi perempuan memiliki menstruasi mini di mana rahim mengeluarkan sedikit darah.
 
Lubang kecil di dada bayi
 
Tenang, ini bukan masalah jantung. Menurut para ahli, tulang dada terdiri dari tiga bagian. Lekukan yang Anda lihat kemungkinan bagian bawah yang miring ke belakang. Saat bayi Anda tumbuh, otot dada dan perutnya akan menariknya dengan lurus. Bahkan sebelum itu, lapisan lemak bayi akan menutupi bagian anatomi yang sangat normal ini.
 
Kotoran cair dan lembut setelah menyusui
 
Bayi yang disusui dapat buang air besar setelah menyusu karena ASI sangat cepat dicerna. Sementara bayi yang diberi susu formula lebih jarang buang air besar. Kotoran yang lunak dan licin diakibatkan karena bayi hanya mengonsumsi makanan cair. 
 
Cegukan terus menerus
 
Para ahli tidak yakin mengapa bayi yang sangat muda sering  sekali cegukan. Beberapa ahli mengatakan itu karena miskomunikasi antara otak dan diafragma, otot perut yang mengontrol pernapasan. Terlepas dari penyebabnya, cegukan adalah bagian yang tidak berbahaya dari masa kanak-kanak.
 
Sering menangis
 
Bayi baru lahir memiliki sistem saraf yang belum matang dan mudah kaget sehingga mereka lebih sering menangis. Menangis juga satu-satunya cara bayi mengkomunikasikan kebutuhannya. Sederhananya, bayi baru lahir sering menangis. Jadi meskipun dia mungkin terlihat sedih, dia tidak membahayakan dirinya sendiri.
 
Ruam wajah dan jerawat
 
Berkat hormon ibu yang masih beredar di tubuh mereka, banyak bayi baru lahir yang memiliki jerawat kecil, biasanya terjadi antara usia 2 minggu dan 2 bulan. Ruam dan jerawat ini tidak berbahaya dan hanya membutuhkan pembersihan yang lembut, bukan obat jerawat.
 
Payudara membengkak pada bayi perempuan atau laki-laki 
 
Hormon-hormon yang sama yang menyebabkan bayi perempuan memiliki menstruasi mini juga membuat payudara membengkak di kedua jenis kelamin. Meski mengejutkan beberapa orang tua, hal yang berlangsung sementara ini tidak perlu dicemaskan. 
 
Bersin sepanjang waktu
 
Bayi memiliki hidung yang kecil, sedikit lendir akan membuat mereka bersin. Karena bayi baru saja keluar dari rahim yang penuh air, kemungkinan bayi mengalami sedikit hidung mampet penyebab dia sering bersin. Kecuali jika bersinnya disertai lendir kuning yang kental yang menandakan pilek, semua bersin itu hanya satu fase yang akan ia lewati.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif