Pevita Pearce kembali bermain film di Indonesia Timur berjudul Film Rumah Merah Putih, setelah sebelumnya sekitar 13 tahun lalu memerankan Film Denias dan Senandung di Atas Awan. (Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)
Pevita Pearce kembali bermain film di Indonesia Timur berjudul Film Rumah Merah Putih, setelah sebelumnya sekitar 13 tahun lalu memerankan Film Denias dan Senandung di Atas Awan. (Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Cara Pevita Pearce Hadapi Tantangan Gaya Hidup yang Diperankan

Rona pevita pearce
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Juni 2019 14:57
Jakarta: Pevita Pearce telah banyak memerankan film dengan beragam tantangan di tiap budaya Indonesia. Jauh dari kota Jakarta, Pevita kembali bermain film di Indonesia Timur berjudul Film Rumah Merah Putih, setelah sebelumnya sekitar 13 tahun lalu memerankan Film Denias, Senandung di Atas Awan.
 
Pada film yang diproduksi oleh Alenia Pictures ini, mengisahkan kehidupan anak-anak di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste.
 
Bukan berperan sebagai anak-anak seperti di Film Denias, Pevita harus menghadapi banyak tantangan, salah satunya tentang gaya hidup yang berbeda dari kebiasaannya di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tantangannya cukup banyak sih karena ini menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang aku gunakan sehari-hari. Karena bahasa di sana pun seperti yang kita tahu di Indonesia kalau kita sudah beberapa langkah dikit itu bahasanya sudah beda lagi. Bahasa yang digunakan di sana itu Tetun Belu, dialeg Belu," ujar Pevita di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat.
 
Bisa dibayangkan jarak antara Kupang ke Atambua perlu menempuh waktu sekitar tujuh hingga delapan jam. Meski demikian, satu kata 'tidak' saja sudah berbeda pengucapannya. Hal itu diakui Pevita sebagai tantangan.
 
"Jadi kita mendalami dan belajar untuk bahasa dan kurang lebih untuk aku sempat ada proses pendalaman karakter selama satu bulan dan juga untuk bahasa, tapi setelah itu ada pendalaman lagi di Atambuanya langsung," paparnya.
 
Gaya hidup yang sangat jauh berbeda antara Jakarta dan lokasi syuting di area perbatasan dua negara itu, mengharuskan gadis keturunan Indonesia-Australia ini memahami segala budaya.
 
Cara Pevita Pearce Hadapi Tantangan Gaya Hidup yang Diperankan
(Pevita Pearce telah banyak memerankan film dengan beragam tantangan di tiap budaya Indonesia. Jauh dari kota Jakarta, Pevita kembali bermain film di Indonesia Timur berjudul Film Rumah Merah Putih. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Nilai budaya yang didapat Pevita Pearce

"Jadi bersama orang-orang di sana, setiap hari mendengar mereka berbahasa dan menjadi lebih dekat dengan budayanya, jadi proses di Atambua itu yang menurut aku paling berpengaruh," imbuh adik dari Keenan Pearce.
 
Ia pun mengakui gaya hidup yang melekat pada diri masyarakat sekitar area perbatasan dua negara itu, yakni kekeluargaan antar umat manusia. Meski adanya perbedaan dari satu orang ke orang lainnya, semua dianggap sebagai keluarga.
 
Karakter positif lainnya pun selalu tertanam, baik dalam diri anak-anak hingga orang dewasa. Rasa kesatuan, budaya gotong royong, mental yang kuat. Kemudian, sensitif pada tempatnya, yang seharusnya semua masyarakat terapkan. Tidak ada rasa tersinggung karena terbentuk pikiran baik untuk selalu menolong orang lain.
 
Pevita menekankan, dirinya belajar bahwa semakin banyak yang dimiliki biasanya semakin merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki tersebut dan menggampangkan banyak hal. Di area perbatasan tempat syuting Film Rumah Merah Putih itu, terlihat dan terasa pancaran kebahagiaan yang sederhana.
 
"Ngumpul bisa makan bareng saja sudah bahagia. Mungkin ada hujan mereka sudah bahagia. Sedangkan kita atau mungkin aku pas di kota sudah semuanya ada malah jadi enggak bersyukur. Nah, itu menurut aku inspiring orang-orang di sana dan semua masyarakat Indonesia harusnya bisa seperti itu," pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif