Air tidak memiliki kemampuan untuk mencegah risiko terjadinya infeksi menular seksual. (Foto Ilustrasi: Joe Pizzio/Unsplash.com)
Air tidak memiliki kemampuan untuk mencegah risiko terjadinya infeksi menular seksual. (Foto Ilustrasi: Joe Pizzio/Unsplash.com)

Dampak Berbahaya Melakukan Seks di dalam Air

Rona seks seks dan kesehatan
Raka Lestari • 20 Maret 2019 19:18
Memiliki variasi seks boleh-boleh saja. Seperti bercinta di dalam air. Tapi perlu dipertimbangkan pula bahaya ketika Anda melakukan seks di dalam air.
 

Jakarta
: Melakukan hubungan seks di dalam air mungkin terasa menyenangkan. Terutama jika Anda ingin melakukan variasi dengan pasangan demi aktivitas seks tak berjalan bosan. Terlebih lagi, ada banyak film yang melibatkan seks dalam air.
 
Nyatanya, melakukan seks dalam air adalah suatu hal yang hanya terlihat baik di layar kaca. Sebab ketika dilakukan di dunia nyata justru memiliki beragam dampak negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa saja itu? Berikut Women's Health, menjabarkan beberapa kerugian melakukan seks dalam air:

1. Tidak steril

Air dapat mengandung beberapa bakteri yang cukup kotor escherichia coli (bakteri gram negatif) dan salmonella. Termasuk juga kolam air panas dengan tingkat pH yang tidak tepat, sungai, danau, lautan, dll.
 
"Ada kemungkinan itu mendorong bakteri atau kuman lain ke dalam saluran vagina dan ke dalam tubuh Anda," kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider, M.D.

2. Anda bisa terkena infeksi saluran kemih

Karena adanya kemungkinan bakteri yang hidup dalam air, maka bakteri-bakteri tersebut juga bisa masuk ke dalam saluran kemih atau salurang kencing. Terutama ketika Anda buang air kecil di dalam air tersebut. Hal itu dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

3. Meningkatkan risiko infeksi jamur di vagina

Melakukan hubungan seks di dalam air dapat meningkatkan risiko Anda mengalami vaginal yeast infection atau infeksi jamur. Selain itu, kandungan klorin yang terdapat pada air kolam biasanya dapat mengiritasi vagina. Sehingga dapat mengganggu pH dalam vagina.
 
"Apa pun yang mengganggu pH dapat meningkatkan risiko infeksi jamur," kata Jessica Shepherd, M.D., seorang ginekolog di Baylor University.

4. Meningkatkan risiko infeksi menular seksual

Air tidak memiliki kemampuan untuk mencegah risiko terjadinya sexual transmitted infection (STI) atau infeksi menular seksual. Hal ini terjadi karena penggunaan alat kontrasepsi, seperti kondom di dalam air sulit digunakan dengan benar. Hal terpenting dan yang perlu diingat adalah air juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit menular seksual.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif