NEWSTICKER
Aktris Maudy Koesnaedi butuh restu suami dalam meniti karier di dunia teater. (Foto: Permana/MI)
Aktris Maudy Koesnaedi butuh restu suami dalam meniti karier di dunia teater. (Foto: Permana/MI)

Tips Mencapai Keberhasilan Karier Perempuan ala Maudy Koesnaedi

Rona maudy koesnaedi
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Februari 2020 06:05
Jakarta: Keberhasilan sebuah karya atau karier bukan hanya bisa dicapai oleh para pria, namun perempuan juga bisa meraihnya. Maudy Koesnaedi selaku public figure mampu membuktikannya.
 
Untuk itu, ia membagikan sejumlah tips yang bisa diterapkan perempuan. Salah satunya, memastikan restu dari keluarga.
 
"Tanpa ada dukungan dari suami atau keluaga, tidak akan baik sekali. Ini penting untuk dukungan dari lingkungan sekitar perempuan agar kita bisa berkarya," ujar Maudy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini erat kaitannya dengan isu kesetaraan gender. Maudy memaparkan bahwa baginya, kesetaraan gender memang melibatkan dua pihak.
 
Maudy menekankan, jika tanpa support dari suami, tentu akan sulit. Misalnya, senewen atau selalu terpikirkan apakah suami nyaman dengan keputusan istrinya dalam berkarier. Dengan demikian, keberhasilan perempuan yang telah menikah tak lepas dari komunikasi yang baik dengan suami mereka.
 
"Saya bersyukur memiliki suami yang memberikan kesempatan bekerja, sharing dalam dunia kerja, itu membuat saya menarik kesimpulan bahwa sebenarnya harus bekerja sama secara seimbang, bagaimana posisi antara perempuan dan laki-laki," paparnya.
 
Selain itu, perempuan seharusnya terus belajar agar memahami soal dirinya. Bagaimana memberdayakan diri, memaksimalkan potensi yang dimiliki.
 
"Tapi memang penting juga bagi perempuan dibekali dengan ilmu-ilmu yang baik, yang benar. Pemahaman-pemahaman yang sehat," imbuhnya.
 
Pemerain Zaenab dalam Sinetron dan FIlm Si Doel ini pun teringat pengalamannya ketika membawakan salah satu program televisi soal kejadian yang menimpa perempuan. Tak sedikit yang menerima kekerasan dalam rumah tangga, perempuan itu pasrah disakiti sang suami karena menganggap akan tidak berharga sebagai perempuan jika diceraikan.
 
"Hal demikian kan tidak benar. Mereka harus paham bagaimana kondisi mereka dalam rumah tangga, apa hak mereka, apa yang harus mereka lakukan. Enggak juga sebagai perempuan menjadi semena-mena dengan keluarganya," jelas Maudy.
 
"Kepada perempuan sendiri supaya mereka dapat menempatkan diri mereka pada kesempatan-kesempatan yang sudah ada. Bagaimana memberikan karya dan support yang baik kepada para perempuan lainnya," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif