Kelelahan akibat bertubi-tubi menghadapi pekerjaan dan mengurus anak, menyebabkan single parents rentan terkena burnout. (Foto Ilustrasi: Freepik)
Kelelahan akibat bertubi-tubi menghadapi pekerjaan dan mengurus anak, menyebabkan single parents rentan terkena burnout. (Foto Ilustrasi: Freepik)

Alasan Single Parents Rentan Menderita Burnout di Tengah Pandemi

Rona stres tips orang tua tunggal
Kumara Anggita • 25 Agustus 2020 16:27
Jakarta: Pandemi Covid-19 bisa memicu orang mengalami burnout syndrome atau kondisi stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Sepanjang waktu berada di rumah menjadi penyebabnya.
 
Dikutip dari healthline, keadaan ini bisa terjadi oleh siapa pun. Baik itu pasangan, kakak, orang tua, atau bahkan anak. Namun Kemungkinan yang lebih banyak merasakan ini adalah mereka yang berstatus single parents.
 
Bagaimana tidak, single parents mungkin harus bekerja dan mengurus anak sendiri. Hal ini membuat mereka jadi kehilangan waktu untuk melakukan perawatan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dalam rumah tangga dengan dua orang tua, pembagian tugas memungkinkan mereka untuk lebih lega. Tetapi orang tua tunggal biasanya melakukan semua tugas ini sendiri, yang tentunya dapat menyebabkan kelelahan lebih cepat,” ungkap Prairie Conlon, seorang profesional kesehatan mental  dan direktur klinis dari perusahaan telehealth CertaPet.
 
Tanda-tanda burnout karena keluarga di antaranya:
-Merasa lelah secara fisik atau emosional.
-Tidak bisa menangani tugas biasa.
-Merasa mudah kesal.
 
“Salah satu tanda awal kelelahan adalah kurangnya kesabaran. Entah itu membentak anak-anak Anda atau membuat memanaskan makanan di microwave (kelelahan),” ungkap Conlon.
 
"Selain itu, ada juga faktor lain yang dapat berkontribusi kelelahan keluarga pada saat Covid-19. Seberapa berat pekerjaan Anda atau bagaimana anggota keluarga Anda yang lain menangani karantina dapat memperburuk kelelahan,” kata Conlon.
 
Jadi, bila Anda merasakannya. Jangan ragu untuk istirahat dan merawat diri Anda terlebih dahulu. Bila burnout sudah masuk ke tahap sedang dan tinggi, konsultasikan pada profesional untuk penanganan yang lebih terarah.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif