Para peneliti dari Coventry and Aberystwyth University menganalisa darya dari situs TubeCrush, situs di mana para pengguna kereta komuter mengunggah foto pria yang dianggap menarik, yang diambil di London Underground.
Para pengunjung situs bisa memberikan nilai pada foto, yaitu dengan jempol ke atas atau sebaliknya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Setelah mempelajari berbagai jenis gambar dan komentar para pengunjung, para peneliti dengan cepat menyimpulkan bahwa baik wanita heteroseksual maupun pria homoseksual, tertarik pada tipe pria tertentu, salah satunya senang dengan warna kulit putih yang merupakan warna masyarakat London kebanyakan.
Mereka juga menemukan bahwa foto yang menunjukkan bagian tubuh berotot lebih disenangi, artinya kekuatan fisik adalah kualitas ketertarikan yang cukup besar.
Selain itu, kebanyakan foto yang disenangi juga menunjukkan simbol kemakmuran, seperti memegang ponsel berkualitas tinggi, pakaian mahal, dan jam tangan canggih.
Studi yang dipublikasikan dalam Feminist Media Studies tersebut menyimpulkan bahwa para pengunjung lebih senang dengan representasi dari maskulinitas, misalnya kebapakan.
"Dari pekerja kantor hingga mereka yang mau pergi ke gym, pria-pria yang tampil dalam foto tersebut menunjukkan sisi maskulinitas dalam bentuk uang dan otot," tukas pemimpin studi Adrienne Evans, dosen senior di Coventry University.
"Mereka menandai tubuh pria kelas menengah, kaya, mobile dan kuat secara seksual, tidak politis seperti yang dimaksudkan oleh feminis, tapi juga yang harus secara aktif diinginkan."
Evans menambahkan bahwa ideologi semacam ini adalah "masalah" karena mereka menunjukkan regresi sosial dalam hal bagaimana kita memandang maskulinitas, karena temuan tersebut menunjukkan bahwa hasrat laki-laki, dalam hal TubeCrush, sebagian besar berakar pada uang dan kekuatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
