Berpura-pura mencapai klimaks bisa menjadi cara sederhana untuk segera menyelesaikan hubungan seks. (Foto Ilustrasi: Toa Heftiba/Unsplash.com)
Berpura-pura mencapai klimaks bisa menjadi cara sederhana untuk segera menyelesaikan hubungan seks. (Foto Ilustrasi: Toa Heftiba/Unsplash.com)

Bahaya Berpura-pura Orgasme saat Bercinta

Rona seks
Anda Nurlaila • 01 April 2019 18:08
Alih-alih ingin memuaskan pasangan Anda, berpura-pura orgasme justru menimbulkan dampak negatif. Bahkan lebih parah, dapat merusak hubungan.
 

Jakarta: Selama berhubungan seks, wanita kerap memalsukan orgasme. Jika ini menjadi pengalaman seksual yang pernah Anda alami, Anda tidak sendirian. Sebab sebuah studi menemukan bahwa 67 persen wanita heteroseksual mengaku sesekali memalsukan klimaks di tempat tidur.
 
Mengapa begitu banyak wanita bersandiwara memperoleh klimaks, padahal sebenarnya tidak? Sebab mitos yang populer orgasme alasan utama seks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Psikolog dan terapis seks Rachel Needle mengatakan, faktor lain wanita berpura-pura jika ada sesuatu yang salah dalam diri dan hubungan. Meskipun banyak penelitian menunjukkan mayoritas wanita tidak mengalami orgasme selama melakukan penetrasi seks.
 
Health menulis, berpura-pura mencapai klimaks bisa menjadi cara sederhana untuk segera menyelesaikan hubungan seks. Alasannya, bisa karena kelelahan, terlalu cemas, bosan menanti klimaks, atau tidak menyukai pasangan. Namun alasan terbesar wanita berpura-pura orgasme adalah melindungi ego pasangan pria.
 
"Pria sering mendefinisikan diri mereka sebagai kekasih yang baik oleh pasangannya yang mengalami orgasme, sehingga mereka bisa agak ngotot," kata terapis seks Deborah Fox.

Baca juga: Melihat Kesehatan dari Lidah Anda

Nyatanya, memalsukan orgasme dapat merusak hubungan. Sebab, Anda berusaha menyakinkan pasangan bahwa semua aktivitas seks yang dialami memuaskan.
 
Pada lain waktu pasangan akan melakukan hal yang sama dan tidak berusaha mencoba hal-hal baru. Berpura-pura untuk menjaga ego pasangan akan merugikan, karena pasangan tidak mengeksplorasi gerakan yang benar-benar dapat menyebabkan orgasme.
 
"Pura-pura orgasme melanggengkan pesan tidak sehat bahwa kenikmatan seksual wanita kurang penting daripada kenikmatan seksual pria," kata Anderson.
 
Ada saat wanita tidak menginginkan seks bergairah, namun hanya ingin saling berpelukan atau seks kasual tanpa klimaks. Memalsukan orgasme juga membohongi pasangan bahwa Anda selalu mencapai puncak melalui penetrasi.

Cara mengatasi agar tak lagi memalsukan orgasme

Pertama, sadari bahwa Anda dan pasangan harus berbicara agar dapat menjalani hubungan seks yang sehat. Ungkapkan keinginan di tempat netral dengan cara yang positif. Bahwa Anda ingin mendapat orgasme yang lebih banyak, lebih baik dan lebih dalam. Cobalah terbuka atas berbagai ide seksi yang bisa Anda lakukan bersamanya.
 
Meski tidak nyaman pada awalnya, pasangan yang ingin Anda merasakan kesenangan akan mempertimbangkannya. Gunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan gerakan maupun ide eksperimen dan fantasi seks yang Anda inginkan.
 
Delapan dari 10 wanita tidak dapat mencapai klimaks dari penetrasi. Jadi, sangat penting untuk membuat pasangan mengerti keinginan Anda dalam hubungan seks.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif