Ilustrasi--Jakarta.Pexels
Ilustrasi--Jakarta.Pexels

Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Rona keluarga
Torie Natalova • 27 Juni 2019 11:26
Pada 25 Juni 2019, kualitas udara di DKI Jakarta terburuk di dunia. Polusi udara berdampak buruk, yaitu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
 

Jakarta: Berdasarkan alat pengukur udara AirVisual, situs penyedia peta polusi udara, kualitas udara di DKI Jakarta pada 25 Juni pagi, terburuk di dunia. Nilai indeks kualitas udara (AQI) DKI Jakarta mencapai 159. AQI merupakan indeks yang menunjukkan tingkat penurunan kualitas udara di suatu wilayah.
 
Menurut AirVisual, AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama seperti karbon monoksida, PM2,5, PM10, asam belerang, nitrogen dioksida dan ozon permukaan tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir huffpost, dampak buruk dari polusi udara sulit untuk diabaikan seperti mata berair, batuk dan kesulitan bernapas. Polusi udara hampir sama mematikannya dengan tembakau yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
 
Paparan polusi udara tingkat tinggi selama kehamilan telah dikaitkan dengan keguguran serta kelahiran prematur, gangguan spektrum autisme dan asma pada anak-anak. Polusi udara juga dapat merusak perkembangan otak anak-anak dan pneumonia.
 
Bronkitis kronis serta yang terburuk kanker paru-paru, bisa dikaikan dengan tingginya paparan polusi udara. Orang dengan penyakit paru obstruktif kronik yang terkena paparan polusi udara dapat merasakan gejala yang lebih parah, menjalani rawat inap hingga kematian. Bahkan, orang-orang dengan paru-paru yang sehat pun rentan terhadap iritasi dan pembengkakan.
 
Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Ilustrasi-Polusi udara hampir sama mematikannya dengan tembakau yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini--Pexels.
 
Polusi udara tingkat tinggi dapat mempengaruhi kesehatan kardiovaskular dengan mengeraskan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Bahkan, ada bukti yang menunjukkan bahwa polusi udara dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan
mental dan penyakit otak degeneratif seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, dan skizofrenia.
 
Cara polusi udara merusak tubuh
 
Ada dua mekanisme yang memungkinkan polusi udara merusak bagian tubuh selain rongga hidung dan paru-paru seseorang. Menurut ahli paru Anthony Gerber, pertama yang berkaitan dengan peradangan. Para ilmuwan percaya bahwa ketika partikel-partikel kimia dari sumber polusi membuat jalan masuk ke dalam saluran udara dan paru-paru, tubuh mungkin keliru menganggapnya sebagai infeksi yang pada akhirnya memicu respon peradangan.
 
Polusi udara dapat membuat Anda merasa seperti flu yang membuat tubuh terasa sakit juga otot. Para ilmuwan juga mencurigai bahwa beberapa partikel beracun dapat keluar dari paru-paru dan memasuki aliran darah.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif