DKI Jakarta: Layanan purna jual menjadi elemen penting dalam industri kendaraan komersial, terutama karena aktivitas bisnis sangat bergantung pada keandalan kendaraan dan minimnya waktu henti operasional. Foton menempatkan layanan purna jual sebagai bagian strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional pelanggan, sekaligus mendukung transisi menuju kendaraan listrik di sektor komersial.
Perusahaan menilai keberhasilan penggunaan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem yang mendukung operasional kendaraan tersebut. Perwakilan Foton Global, Luis Huo, mengatakan perusahaan secara konsisten berinvestasi dalam pengembangan layanan purna jual serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
“Penggunaan kendaraan listrik di sektor komersial tidak hanya ditentukan oleh produknya, tetapi oleh kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Karena itu, Foton secara global terus berinvestasi dalam pengembangan layanan purna jual dan infrastruktur pendukung, agar pelanggan dapat bertransisi ke kendaraan listrik dengan lebih percaya diri dan tanpa hambatan operasional,” ungkap Luis Huo melalui keterangan resminya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan jaringan layanan yang mencakup kesiapan fasilitas servis, ketersediaan suku cadang, hingga dukungan teknis yang terstandarisasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pelanggan memperoleh layanan yang cepat dan efisien, sehingga performa kendaraan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Baca Juga: Perhatikan Dokumen Harus Dibawa Saat Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP
COO Foton Indonesia, Edi Napis, menegaskan pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi bisnis yang lebih komprehensif, bukan sekadar menyediakan kendaraan komersial.
“Dalam bisnis, yang paling krusial bukan hanya kendaraan bisa berjalan, tetapi seberapa konsisten operasional itu dapat dijaga. Di situlah peran layanan purna jual menjadi sangat penting. Foton memastikan setiap pelanggan mendapatkan dukungan menyeluruh, mulai dari kesiapan servis, ketersediaan suku cadang, hingga kapabilitas teknis untuk kendaraan listrik, sehingga downtime dapat ditekan dan produktivitas tetap terjaga,” jelas Edi.
Seiring pengembangan kendaraan listrik, Foton juga membangun ekosistem yang dirancang khusus untuk mendukung operasional berbasis EV. Ekosistem tersebut mencakup kesiapan infrastruktur pengisian daya melalui kemitraan strategis, serta peningkatan kapabilitas teknisi agar mampu menangani kendaraan listrik secara profesional dan aman.
Langkah ini juga sejalan dengan konsep Easy Move. Konsep tersebut mengintegrasikan kendaraan listrik, solusi pengisian daya, serta layanan purna jual dalam satu sistem yang saling terhubung. Melalui integrasi tersebut, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman penggunaan kendaraan listrik yang lebih efisien dan mudah bagi pelaku usaha.
DKI Jakarta: Layanan purna jual menjadi elemen penting dalam industri kendaraan komersial, terutama karena aktivitas bisnis sangat bergantung pada keandalan kendaraan dan minimnya waktu henti operasional.
Foton menempatkan layanan purna jual sebagai bagian strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional pelanggan, sekaligus mendukung transisi menuju kendaraan listrik di sektor komersial.
Perusahaan menilai keberhasilan penggunaan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem yang mendukung operasional kendaraan tersebut. Perwakilan Foton Global, Luis Huo, mengatakan perusahaan secara konsisten berinvestasi dalam pengembangan layanan purna jual serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
“Penggunaan kendaraan listrik di sektor komersial tidak hanya ditentukan oleh produknya, tetapi oleh kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Karena itu, Foton secara global terus berinvestasi dalam pengembangan layanan purna jual dan infrastruktur pendukung, agar pelanggan dapat bertransisi ke kendaraan listrik dengan lebih percaya diri dan tanpa hambatan operasional,” ungkap Luis Huo melalui keterangan resminya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan jaringan layanan yang mencakup kesiapan fasilitas servis, ketersediaan suku cadang, hingga dukungan teknis yang terstandarisasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pelanggan memperoleh layanan yang cepat dan efisien, sehingga performa kendaraan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Perhatikan Dokumen Harus Dibawa Saat Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP
COO Foton Indonesia, Edi Napis, menegaskan pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi bisnis yang lebih komprehensif, bukan sekadar menyediakan kendaraan komersial.
“Dalam bisnis, yang paling krusial bukan hanya kendaraan bisa berjalan, tetapi seberapa konsisten operasional itu dapat dijaga. Di situlah peran layanan purna jual menjadi sangat penting. Foton memastikan setiap pelanggan mendapatkan dukungan menyeluruh, mulai dari kesiapan servis, ketersediaan suku cadang, hingga kapabilitas teknis untuk kendaraan listrik, sehingga downtime dapat ditekan dan produktivitas tetap terjaga,” jelas Edi.
Seiring pengembangan kendaraan listrik, Foton juga membangun ekosistem yang dirancang khusus untuk mendukung operasional berbasis EV. Ekosistem tersebut mencakup kesiapan infrastruktur pengisian daya melalui kemitraan strategis, serta peningkatan kapabilitas teknisi agar mampu menangani kendaraan listrik secara profesional dan aman.
Langkah ini juga sejalan dengan konsep Easy Move. Konsep tersebut mengintegrasikan kendaraan listrik, solusi pengisian daya, serta layanan purna jual dalam satu sistem yang saling terhubung. Melalui integrasi tersebut, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman penggunaan kendaraan listrik yang lebih efisien dan mudah bagi pelaku usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)