Seorang introvert digambarkan sebagai pribadi yang mengalami kesulitan jika harus bertemu banyak orang atau harus berhubungan dengan banyak orang. (Ilustrasi/Pexels)
Seorang introvert digambarkan sebagai pribadi yang mengalami kesulitan jika harus bertemu banyak orang atau harus berhubungan dengan banyak orang. (Ilustrasi/Pexels)

Mungkinkah Seorang introvert Berubah Menjadi Ekstrovert?

Rona psikologi
Raka Lestari • 06 Februari 2020 11:20
Jakarta: Ada banyak orang yang mungkin sudah familiar dengan konsep antara introvert dan ekstrovert. Berdasarkan teori tersebut, seorang ekstrovert dapat dengan mudah berbaur atau bersosialisasi di tengah-tengah banyak orang.
 
Sedangkan sebaliknya, seorang introvert digambarkan sebagai pribadi yang mengalami kesulitan jika harus bertemu banyak orang atau harus berhubungan dengan banyak orang.
 
“Konsep introvert dan ekstrovert sendiri, mulai populer sekitar tahun  tahun 1920-an dan 1930-an oleh tulisan-tulisan Carl Jung yang kemudian digunakan dalam indikator Tipe Myers-Briggs," jelas Dr Trey Armstrong, Ph.D., dari Texas A&M Department of Psychiatry, seperti dimuat bustle.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Psikolog klinis Dr Josh Klapow, Ph.D., mengatakan bahwa introvert adalah kecenderungan dalam menghadapi dunia atau keseharian mereka. Jika Anda seorang introvert yang sesekali menunjukkan sifat ekstrovert di depan umum, mungkin saja itu terjadi karena kebutuhan sosial, jelas Klapow.
 
“Karena kita hidup di lingkungan dimana interaksi yang terlihat akan lebih dihargai, dan dianggap sebagai norma tertentu. Maka seringkali para introvert mencoba untuk lebih ekstrovert di lingkungan kerja, di situasi sosial, di dalam hubungan agar lebih bisa diterima oleh orang di sekitar mereka,” ujar Klapow.
 
Seorang introvert yang mengubah perilaku mereka menjadi lebih ekstrovert sangatlah mungkin, tetapi hal tersebut harus berdasarkan pada niat yang kuat dan itu cukup sulit. “Ibaratnya seperti berenang melawan arus, hal itu mungkin namun sangat sulit dan sangat menguras tenaga,” ujar psikolog Dr Erika Martinez, Psy.D.
 
Beberapa introvert mungkin mengadopsi sifat-sifat seorang ekstrovert untuk bertahan di depan umum, tetapi hal tersebut mungkin akan membuat mereka merasa tidak nyaman. “Seorang yang melakukan latihan untuk menjadi seorang ekstrovert secara terus-menerus mungkin bisa menjadi seorang ekstrovert,” tutur Klapow.
 
“Seorang introvert bisa terlihat sedikit lebih ekstrovert jika mereka dapat belajar dan menunjukkan perilaku ekstrovert dengan mengelola kecemasan mereka ketika berada di tengah-tengah banyak orang, atau bagaimana cara mereka menstimulasi lingkungan sekitar mereka. Hal tersebut bisa dilakukan, namun tidak akan mengubah sifat dasar mereka,” kata Martinez.
 
Introvert merupakan sikap yang tetap dan dapat mempelajari perilaku ekstrovert agar mereka tampak lebih seperti ekstrovert. Namun, itu tidak berarti mereka ekstrovert. Jika Anda seorang introvert, namun harus berpura-pura menjadi seorang ekstrovert tentu hal itu akan sangat melelahkan.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif