Untuk mencegah penyebaran covid-19, seluruh sekolah menutup proses belajar mengajar dan menggantinya dengan belajar dari rumah. (Ilustrasi/Pexels)
Untuk mencegah penyebaran covid-19, seluruh sekolah menutup proses belajar mengajar dan menggantinya dengan belajar dari rumah. (Ilustrasi/Pexels)

Tips bagi Orang Tua Mengajar Anak Selama Pandemi

Rona Virus Korona anak-anak komunikasi orang tua dan anak virus corona covid-19
Raka Lestari • 15 Mei 2020 08:03
Jakarta: Untuk mencegah penyebaran covid-19, seluruh sekolah menutup proses belajar mengajar dan menggantinya dengan belajar dari rumah. Dan dengan hal tersebut, banyak orang tua yang merasa kewalahan dengan hal tersebut.
 
Hal tersebut memang membuat para orang tua harus menyeimbangkan antara pekerjaan sehari-hari dengan mengajar anak-anak mereka. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua:

Beristirahat sebentar dari tugas sekolah 

Terkurung di rumah akan memengaruhi setiap anggota keluarga. Jika orang tua dan anak-anak merasa bahwa tekanan akademis terlalu besar, tidak ada salahnya istirahat selama beberapa hari atau atau bahkan seminggu sekali, kata Tonya Abari, seorang konsultan pendidikan anak. “Jika orang tua harus memilih antara menyelesaikan tugas dan bersenang-senang, mereka harus memilih kesenangan,” kata Jennifer Sutherland-Miller, seorang ahli pendidikan.

Gunakan halaman belakang rumah menjadi kelas 

Keluarga yang memiliki fasilitas untuk belajar diluar ruangan bisa memanfaatkannya dengan melakukan eksperimen seperti sekolah hutan. “Belajar di luar rumah memiliki banyak manfaat termasuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran, konsentrasi, kerjasama, kesehatan emosional dan kemandirian,” ujar Rebecca Wyatt, pengajar sekolah hutan di Bournemouth Collegiate School.

Bantu anak menghadapi kehilangan dan kesedihan

Jika anak Anda lebih moody dari biasanya atau menunjukkan tantrum yang lebih dari biasanya itu berarti anak Anda sedang merasa tidak nyaman. Dikutip dari Insider, berdasarkan studi terbaru di Tiongkok menemukan bahwa anakakan lebih mudah mengembangkan depresi dan kecemasan ketika berada pada masa karantina. Menurut Sutherland-Miller, pada periode tersebut sebaiknya orang tua mendorong anak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan membicarakan bagaimana mengatasinya.

Melibatkan anak untuk melakukan sesuatu 

Jika anak Anda sudah bosan untuk belajar formal, Abari menyarankan anak untuk ikut terlibat dalam pembelajaran yang mungkin berbeda dari biasanya. Memasak dan membuat kue merupakan salah satu pilihan yang baik. Anda bisa menggunakan waktu ini untuk mengajarkan beberapa kemampuan lain yang mungkin diperlukan.
 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif