Pasutri yang berhubungan dalam jangka panjang akan merasa nyaman dan kehilangan rutinitas seputar seks yang dirasakan pada awal hubungan. (Foto Ilustrasi: Boy Couple Girl/Pexels)
Pasutri yang berhubungan dalam jangka panjang akan merasa nyaman dan kehilangan rutinitas seputar seks yang dirasakan pada awal hubungan. (Foto Ilustrasi: Boy Couple Girl/Pexels)

Menginjak Usia 40 Tahun Kehidupan Seks Pasutri Lebih Menantang

Rona seks
Anda Nurlaila • 11 April 2019 17:47
Siapa bilang pada saat menginjak usia 40 tahun kehidupan seksual pasangan suami istri menurun. Justru pada era itu, pasutri lebih memiliki banyak kesenangan dibandingkan pada masa awal-awal pernikahan.
 

Jakarta: Usia 40 tahun identik dengan masa kedewasaan yang ditandai dengan kehidupan yang stabil dalam karier, finansial, dan keluarga. Lalu bagaimana dengan kehidupan seksual pada saat memasuki usia empat dekade?
 
Sebagian menyatakan kehidupan seks mulai menurun, sementara lainnya semakin hangat. Ada beberapa hal yang umum terjadi saat seseorang memasuki usia 40 tahun, seperti dikutip dari Reader's Digest Asia:

-Usaha lebih saat berhubungan intim

Pasangan suami istri (Pasutri) menghadapi perubahan hormon pada usia 40-an yang menyebabkan perubahan gairah dan kenyamanan fisik secara umum selama aktivitas seksual. Psikolog berlisensi dan terapis seks, Shannon Chavez, mengatakan perubahan hormon mungkin memerlukan stimulasi lebih selama aktivitas seksual agar bisa meningkatkan gairah dan kenikmatan seksual.

-Menjadi lebih liar

Bagi sebagian orang, pasutri yang berusia 40 tahun memiliki kehidupan seks paling menyenangkan. Di usia ini, pasangan mempunyai lebih banyak motivasi untuk mengeksplorasi berbagai aspek seksualitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasangan lebih cenderung memiliki seks yang lebih terbuka seperti bermain peran, atau seks tantra (teknik India Kuno) pada usia 40-an. Kepercayaan diri secara seksual, keinginan untuk membuat seks lebih menyenangkan, ikatan emosional yang lebih dalam, dan bermakna dirasakan pasangan pada usia ini.

-Perhatikan kesehatan jantung

Sistem kardiovaskular yang sehat penting untuk fungsi seksual. Terapis perkawinan dan keluarga, Gracie Landes, mengatakan menjaga kesehatan fisik penting pada usia ini. Latihan kardio dan kekuatan akan memberi lebih banyak energi saat berhubungan intim. Dan kepercayaan diri dari olahraga akan membantu meningkatkan libido.

-Hasrat seks yang naik-turun

Perubahan gairah seks dan penurunan mulai dialami pasangan seiring bertambahnya usia. Ketenangan dalam kehidupan seks tidak terhindarkan.
 
Pasutri yang berhubungan dalam jangka panjang akan merasa nyaman dan kehilangan rutinitas seputar seks yang dirasakan pada awal hubungan. Seperti persiapan sebelum berhubungan intim, kencan, dan bermain-main satu sama lain. Hal pentingnya adalah membicarakan dengan pasangan mengenai cara sehat meningkatkan hasrat berhubungan.

Baca juga: Seks Aman di Tiap Semester Kehamilan

-Perencanaan kehamilan lebih sulit

Kuantitas dan kualitas telur wanita berkurang secara signifikan seiring bertambahnya usia, membuat konsepsi setelah usia 40 tahun semakin menantang. Jika masih mendambakan buah hati, perawatan kesuburan akan lebih rasional daripada lebih sering melakukan hubungan seks.

-Wanita mungkin lebih sering orgasme

Ada mitos yang mengklaim semakin tua usia wanita kemampuannya memperoleh orgasme semakin sulit. Namun sebaliknya, para ahli mengatakan wanita di atas 40 tahun mungkin menemukan lebih banyak kesenangan dalam seks daripada sebelumnya. Pengalaman, kepercayaan diri, dan kenyamanan membuat wanita lebih mudah mencapai orgasme.

-Pria dapat bertahan lebih lama

Ada sisi positif dari penurunan kadar hormon selama dekade ini. Pria berusia di atas 40 tahun dapat bertahan lebih lama menunda orgasme daripada sebelumnya.
 
"Dengan memperlambat ejakulasi, pria dapat menikmati pengalaman seksual dengan cara yang lebih terhubung dengan pasangan," ungkap Landes.

-Butuh pelumas atau krim estrogen

Penurunan hormon estrogen dan periode menstruasi bisa menyebabkan hubungan seks tidak nyaman akibat organ intim kering. Untuk itu, seks bisa berarti bantuan pelumas atau krim estrogen yang membantu mengurangi kekeringan di area intim.
 
"Dinding vagina mulai menipis, lebih mudah teriritasi, lebih mungkin berdarah atau robek," ucap Landes.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif