Mimpi basah perempuan lebih sulit diidentifikasi dengan pasti daripada mimpi basah pria. (Foto Ilustrasi: Bruce Mars/Pexels)
Mimpi basah perempuan lebih sulit diidentifikasi dengan pasti daripada mimpi basah pria. (Foto Ilustrasi: Bruce Mars/Pexels)

Yang Perlu Perempuan Ketahui tentang Orgasme Nokturnal

Rona seks
Medcom • 03 September 2019 19:35
Orgasme nokturnal perempuan dapat terjadi pertama kali pada rentan usia 13-21 tahun. Namun dibandingkan dengan pria, perempuan mengalami kondisi ini lebih jarang.
 
Jakarta: Sama halnya seperti pria, beberapa perempuan juga mengalami mimpi basah di dalam tidurnya. Biasanya kondisi ini disebut orgasme nokturnal.
 
Hal itu dapat dialami perempuan dua kali dalam sebulan. Hal itu bisa berubah-ubah tergantung pada tingkat stres seseorang. Bagi Anda yang merasa mengalami hal tersebut perlu berhati-hati karena dapat mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orgasme nokturnal perempuan dapat terjadi pertama kali pada rentan usia 13-21 tahun. Peneliti seks, Alfred Kinsey, mendefinisikan orgasme nokturnal perempuan sebagai gairah seksual selama tidur, yang membangunkan seseorang untuk merasakan pengalaman fantastis.
 
Orgasme nokturnal bisa muncul di dalam mimpi yang bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan seks. Namun berdasarkan pengalaman beberapa orang, mereka merasa tergelitik. Kemudian perasaan membengkak dan melonjak seperti arus yang mengalir di tubuh dan tidak dapat dijelaskan secara pasti bagaimana perasaan saat orgasme nokturnal itu.
 
Menurut penelitian, pria memiliki pengalaman seksual nokturnal spontan lebih sering daripada perempuan. Mimpi basah perempuan lebih sulit diidentifikasi dengan pasti daripada mimpi basah pria karena ejakulasi biasanya dikaitkan dengan orgasme pria. Sedangkan pelumasan vagina mungkin tidak mengindikasikan orgasme.
 
Menurut pakar seks dan hubungan, Ian Kerner, PhD, belum ada banyak penelitian tentang orgasme nokturnal. Tetapi banyak pasiennya melaporkan mengalami hal tersebut.
 
"Selama tidur, tubuh rileks, dan pada fase tidur bermimpi (Rapid Eye Movement/REM), bisa ada peningkatan aliran darah. Saya akan mengatakan orgasme nokturnal adalah kombinasi dari rileks, peningkatan aliran darah ke alat kelamin, dan kemungkinan mimpi seksi yang akan meningkatkan gairah psikogenik," ujar Kerner.
 
Apakah terbesit pertanyaan bagaimana Anda bisa mengalami orgasme dalam tidur? Untuk menghindari hal itu, Anda hanya perlu tidur dengan perasaan yang sangat rileks atau tenang.
 
Jika Anda tidak tegang, anda lebih memiliki kemungkinan merasakan sensasi ringan yang mengindikasikan ada sesuatu yang terjadi. Lalu Anda dapat mengontrol otak Anda untuk tetap melakukannya atau menghentikanya.
 
Jika Anda ingin menghentikannya, pikirkan tentang saat-saat Anda berbicara untuk keluar dari mimpi buruk dengan mengatakan pada diri sendiri 'ini tidak nyata'. Hal itu dapat meminimalisir berlanjutnya orgasme nokturnal. Namun menurut beberapa orang, saat mengalami orgasme lebih baik tidak melawannya.
 
Sandra Odilifia
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif