Ramadan Terbatas di Negeri Matahari terbit
Ustad Syarif Hade di Jepang - foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa
Jepang: Bukan kali pertama Ustad Syarif Hade menjalankan Ramadan jauh dari keluarga. Kalau tahun lalu Ustad Syarif menjalankan puasa di Macau dan Hong Kong, tahun ini, dia menjalankan ibadah puasa di Jepang. 

"Saya kembali belajar dengan mahasiswa-mahasiswa hebat untuk menggeluti berbagai bidang yang unik di S1, S2, dan S3 di kampus-kampus terkemuka di negeri matahari terbit. Bahkan, ada sebagian yang sudah menjadi dosen dan asisten profesor di sini," kata Ustad Syarif, Minggu, 27 Mei 2018.


Ustad Syarif didapuk sebagai perwakilan DAI Ambassador Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA). Dia mengaku, selain belajar keilmuan bersama peserta beasiswa lain, dia juga menyaksikan hal-hal membanggakan. 

"Hal yang membanggakan adalah bisa menyaksikan umat Islam melaksanakan kewajiban berpuasa di tengah keterbatasan. Mereka menjalaninya dengan semangat," tambah dia. 

Dia sendiri mengakui, menjalankan ibadah jauh dari keluarga bukan hal mudah. Apalagi, di negara yang serba terbatas seperti di Jepang. 

Tapi, dia bilang, manusia harus bisa mengambil hikmahnya. “Alhamdulillah sejauh ini saya bersyukur dengan semua perjalanan nyantri di negara orang, meskipun harus jauh dari keluarga, menahan rindu dan terkadang harus menyeka air mata," imbuh dia. 

Dalam perjalanannya kali ini, Ustad Syarif mengaku, dapat melihat secara langsung berbagai alternatif praktik ber-Islam yang sebelumnya hanya dibaca melalui literatur. Akhirnya, dia pun mencari pendapat-pendapat dari imam. 

"Hingga mencari pendapat-pendapat dari imam-imam mazhab yang memberikan alternatif solusi dalam situasi khusus seperti yang mereka alami," tukas dia. 






(REN)