Di UAE, Makan di Ruang Publik saat Ramadan adalah Kriminal
Seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) meminta kepada pemilik warung mie untuk menutup dagangannya di pusat pertokoan Panakkukang Makassar, Sulsel. (ANTARA/Sahrul Manda)
Jakarta: Ketentuan puasa jelas disebut dalam rukun Islam kelima. Muslim wajib menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Aturan puasa bisa lebih fleksibel pada kondisi tertentu seperti pada orang yang sedang sakit, musafir, termasuk ibu hamil dan menyusui yang dianggap akan membahayakan ibu dan bayi, serta lansia.


Namun, sudah menjadi rahasia umum ada sejumlah orang yang sengaja tak berpuasa, padahal tidak dalam keadaan uzur. Jika di Indonesia hal itu masih bisa ditoleransi, tidak demikian di Uni Emirat Arab (UAE).

Melansir Gulfnews, di negara yang kaya akan minyak bumi itu, makan minum di ruang publik selama Ramadan merupakan tindak kriminal. Hal itu tercantum dalam Pasal 313 UU Federal Nomor 3 Tahun 1987 atau di Indonesia dikenal dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Aturan ini berlaku untuk semua warga di UAE terlepas dari keyakinan yang dianut atau apakah seseorang tengah uzur sehingga tak berpuasa.

Hukuman bagi orang yang melanggar aturan itu dapat berupa penjara selama satu bulan hingga denda sebanyak 2.000 dirham atau setara Rp7,5 juta.

Satu hal yang perlu diingat oleh orang yang tidak berpuasa adalah mereka tetap dapat makan dan minum sepanjang hari selama tidak dilakukan di ruang publik yang bisa disaksikan oleh orang lain. (Gulfnews)




(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id