WNI Bangun 59 Masjid di Korsel
Masjid di Korea Selatan - foto: Dompet Dhuafa.
Jakarta: Sebanyak 59 masjid tersedia di seluruh kota di Korea Selatan. Seluruhnya diinisiasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negeri ginseng itu. 

"Saat ini sudah ada 59 masjid yang diinisiasi dan dikelola oleh WNI di seluruh kota di Korea Selatan," kata Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA), Alnofriadi, Minggu, 27 Mei 2018.


Alnofriadi menyebut lima masjid di antaranya sudah dalam bentuk bangunan permanen. Sedangkan 54 masjid lainnya masih berupa flat yang disewa.

"Masjid-masjid yang permanen sudah berwenang menunjuk imam tetap dari dalam atau luar Korea dan pengurusan visanya akan diterbitkan dengan sponsor dari Korea Muslim Federation (KMF)," ujar Alnofriadi.

Dia mengungkapkan, ide pendirian masjid bermula dari pertemuan sesama WNI yang bekerja di pabrik. Obrolan tersebut menyebar luas kepada para WNI yang bekerja di pabrik dan distrik wilayah lain.


Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA), Alnofriadi - foto: Dompet Dhuafa. 


Menurut Alnofriadi, WNI yang bekerja di Korea Selatan umumnya tinggal di mes yang disediakan pabrik dan berlokasi di sekitar pabrik. Namun, sedikit sekali yang menyewa rumah dengan cara patungan di luar mes.

“Sulitnya beribadah membuat para WNI harus dengan jalan jauh untuk menemukan masjid dengan kondisi ruangan yang kecil di tempat kerja. Keberadaan masjid menjadi angin surga bagi mereka, karena di masjid mereka bisa bertemu sesama WNI dan nyaman beribadah," ungkap Alnofriadi.

Dia melanjutkan, tujuan dibangunnya masjid di Korea Selatan agar umat muslim tetap bisa menunaikan kewajiban serta menjadi pusat peradaban Islam selama berada di Korea Selatan.

"Masjid juga menjadi pusat informasi bagi warga Korea yang ingin belajar Islam. Masjid-masjid di Korea Selatan menyediakan bahan-bahan bacaan dan audio yang diberikan gratis buat mereka yang ingin mempelajari Islam," pungkas Alnofriadi.





(REN)