TIPS
7 Cara Efektif Usir Tikus dan Kutu Busuk dari Rumah
Muhammad Syahrul Ramadhan
Kamis 29 Oktober 2026 / 19:38
- Tikus dan kutu busuk menjadi hama yang sering menganggu di rumah.
- Bukan hanya cara mengusir, tapi pemilik rumah harus memahami cara pencegahannya juga.
- Tutupi akses masuk dan jaga kebersihan rumah menjadi kunci agar kedua hama ini tak masuk rumah lagi.
Jakarta: Tikus dan kutu busuk merupakan dua jenis hama yang bisa mengganggu kenyamanan di rumah. Tikus kerap berkeliaran untuk mencari makanan dan tempat berlindung, sedangkan kutu busuk atau bed bugs biasanya bersembunyi di kasur, rangka tempat tidur, serta celah furnitur.
Kehadiran keduanya tidak cukup diatasi dengan membersihkan bagian rumah yang terlihat kotor. Tikus dapat masuk melalui celah kecil, sementara kutu busuk bisa bertahan di tempat persembunyian yang sulit dijangkau.
Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pengendalian hama perlu dilakukan dengan menghilangkan sumber makanan, menutup akses masuk, serta menerapkan metode penanganan yang sesuai dengan jenis hama.
Cara Efektif Basmi Tikus
1. Tutup Celah Jalan Masuk Tikus
Tikus dapat masuk ke rumah melalui celah di dinding, bawah pintu, area sekitar pipa, hingga lubang ventilasi yang tidak terlindungi. Karena itu, periksa bagian dalam dan luar rumah untuk menemukan kemungkinan jalan masuknya.
Menurut CDC, tikus dapat melewati lubang yang lebarnya sekitar 6 milimeter. Celah kecil di sekitar pipa dan kabinet dapur pun perlu diperhatikan.
Untuk menanganinya, gunakan bahan penutup yang sesuai dengan ukuran dan lokasi lubang, seperti kawat logam atau material tambalan yang kuat. Pastikan juga celah di sekitar pintu dan ventilasi terlindungi dengan baik.
Menutup jalan masuk merupakan langkah penting agar tikus yang sudah diusir tidak kembali masuk ke rumah.
2. Simpan Makanan dan Sampah dalam Wadah Tertutup
Sumber makanan yang mudah dijangkau dapat membuat tikus terus kembali ke rumah. Remah makanan, sisa makanan di meja, dan tempat sampah terbuka bisa menjadi daya tarik bagi hewan pengerat ini.
Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat yang terbuat dari bahan kuat, seperti kaca atau logam. Bersihkan sisa makanan setelah memasak atau makan, serta hindari meninggalkan makanan hewan peliharaan semalaman.
Gunakan tempat sampah dengan tutup yang rapat dan buang sampah secara rutin. Periksa juga bagian bawah lemari, belakang kulkas, dan area dapur lainnya yang mungkin menyimpan remah makanan.
CDC merekomendasikan penghilangan sumber makanan dan air sebagai bagian penting dari pencegahan infestasi tikus di rumah.
3. Gunakan Perangkap Tikus dan Periksa Area Tersembunyi
Jika tikus sudah berada di dalam rumah, perangkap dapat membantu mengendalikan keberadaannya. CDC merekomendasikan perangkap jepret yang sesuai dengan ukuran tikus sebagai salah satu metode pengendalian di rumah.
Perangkap perlu ditempatkan di lokasi yang menunjukkan aktivitas tikus, misalnya dekat dinding atau area yang memiliki tanda gigitan dan kotoran. Ikuti petunjuk produk dan pastikan perangkap tidak dapat dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan.
Periksa perangkap secara berkala dan lanjutkan pemantauan sampai tidak ditemukan tanda aktivitas tikus. Jika tikus tetap muncul atau terdapat banyak tanda infestasi, pertimbangkan bantuan jasa pengendalian hama profesional.
Hindari menangani tikus liar secara langsung. Kotoran dan urine tikus juga perlu dibersihkan dengan prosedur yang aman untuk mengurangi risiko paparan penyakit.
Cara Efektif Basmi Kutu Busuk
1. Cuci dan Keringkan Perlengkapan Tidur
Kutu busuk dapat bersembunyi di lipatan seprai, sarung bantal, selimut, dan pakaian yang berada dekat tempat tidur. Karena itu, perlengkapan tidur perlu diperiksa ketika ditemukan tanda keberadaan kutu busuk.
Cuci perlengkapan yang memungkinkan untuk dicuci, kemudian gunakan pengering pakaian bersuhu tinggi jika bahan tersebut aman untuk metode pengeringan tersebut. EPA menjelaskan bahwa panas dari pengering pakaian dapat membantu membunuh kutu busuk.
Setelah diproses, simpan barang yang sudah bersih dalam kantong atau wadah tertutup agar tidak terkontaminasi kembali.
Periksa label perawatan kain terlebih dahulu. Perlu diingat, mencuci seprai saja belum tentu menyelesaikan masalah karena kutu busuk mungkin masih bersembunyi di kasur, rangka tempat tidur, atau furnitur di sekitarnya.
2. Bersihkan Kasur dan Celah Furnitur secara Menyeluruh
Kutu busuk berukuran kecil dan dapat bersembunyi di jahitan kasur, celah rangka tempat tidur, sambungan furnitur, serta bagian belakang kepala tempat tidur.
Periksa bagian-bagian tersebut secara teliti. Penyedot debu dapat digunakan pada area yang sesuai untuk membantu mengangkat serangga dan kotoran yang ditemukan. Setelah selesai, buang isi atau kantong penyedot debu dengan hati-hati dalam wadah tertutup.
EPA juga menyebutkan bahwa pembersih uap dapat digunakan pada sejumlah permukaan, seperti rangka tempat tidur, karpet, dan furnitur berlapis kain, apabila alat dan bahannya sesuai.
Namun, pembersihan biasa belum tentu menghilangkan seluruh kutu busuk maupun telurnya. Pemeriksaan perlu dilakukan kembali untuk memastikan tidak ada tanda infestasi yang tersisa.
3. Kurangi Tempat Persembunyian dan Pantau Perkembangan
Barang yang menumpuk di sekitar tempat tidur dapat menyediakan lebih banyak tempat persembunyian bagi kutu busuk. Karena itu, rapikan area kamar dan periksa barang-barang yang berada di dekat kasur.
Hindari memindahkan barang yang dicurigai terinfestasi ke kamar lain tanpa perlindungan karena tindakan tersebut dapat menyebarkan kutu busuk ke area baru.
Setelah melakukan pembersihan dan penanganan, periksa kembali kasur serta furnitur secara berkala. Jika kutu busuk masih ditemukan, penanganan lanjutan mungkin diperlukan karena telur yang tersisa dapat menetas setelah perawatan awal.
EPA menekankan bahwa pengendalian kutu busuk membutuhkan kesabaran dan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, bergantung pada tingkat infestasi dan metode penanganannya.
4. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Jika tikus terus muncul meskipun celah masuk sudah ditutup, atau kutu busuk tetap ditemukan setelah pembersihan berulang, jasa pengendalian hama profesional dapat menjadi pilihan.
Untuk kutu busuk, EPA menyarankan pendekatan pengendalian hama terpadu yang mengombinasikan metode non kimia dan penanganan lain sesuai kebutuhan. Pendekatan ini lebih menyeluruh dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis produk.
Jika menggunakan jasa profesional, pastikan penyedia layanan memiliki pengalaman menangani jenis hama yang ditemukan dan memberikan petunjuk persiapan serta tindak lanjut yang jelas.
Hindari mencampur bahan kimia atau menggunakan pestisida di luar petunjuk label. Penggunaan produk secara berlebihan tidak menjamin hama hilang dan justru dapat membahayakan penghuni rumah.
(Vira Farhatul Maula)
(RUL)