BEAUTY

Kenapa Wangi Parfum Bisa Berubah Setelah Dipakai di Kulit?

Yatin Suleha
Kamis 29 Oktober 2026 / 16:43
Ringkasnya gini..
  • Aroma parfum bisa berkembang seiring waktu karena bahan wewangiannya memiliki karakteristik penguapan berbeda.
  • Top notes, middle notes, dan base notes menggambarkan tahapan aroma parfum.
  • Kondisi kulit dan komposisi parfum dapat memengaruhi pengalaman memakai wewangian.

Jakarta: Pernah nggak, baru semprot parfum wanginya fresh banget, tapi beberapa jam kemudian aromanya malah berubah? Tenang, belum tentu parfum kamu rusak, kok!

Menurut DermNet, situs edukasi dermatologi, parfum mengandung bahan wewangian yang bisa memicu reaksi kulit pada sebagian orang. Sementara itu, perubahan aroma parfum setelah disemprotkan berkaitan dengan karakteristik bahan penyusunnya dan proses penguapan.

 

Semprotan Parfum di Meja Rias
Seseorang menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan. (Foto: AI Generated)

 

Kenalan dengan tiga lapisan aroma parfum


Dalam dunia parfum, ada istilah top notes, middle notes, dan base notes. Ketiganya menggambarkan bagaimana aroma parfum berkembang seiring waktu.

Top notes merupakan aroma yang tercium pertama kali setelah parfum disemprotkan. Karakternya sering terasa fresh dan ringan, misalnya citrus atau buah-buahan.

Berikutnya, middle notes mulai lebih menonjol dan membentuk karakter utama parfum. Aroma floral dan rempah kerap digunakan pada lapisan ini.

Sementara itu, base notes memberikan kedalaman pada aroma parfum. Notes seperti musk, vanilla, amber, dan kayu dapat memberikan kesan lebih hangat dan tahan lama.

Penjelasan mengenai perkembangan aroma ini dapat ditemukan dalam literatur wewangian dan dermatologi. Namun, pembagian tiga lapisan tersebut merupakan kerangka umum, bukan aturan mutlak untuk semua parfum.

 


 

Kenapa wanginya bisa beda di kulit setiap orang?


Komposisi parfum, karakteristik bahan wewangian, dan kondisi pemakaian dapat memengaruhi bagaimana aroma tercium.

Penelitian yang terindeks di PubMed dan diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2025 membahas hubungan karakteristik kulit dan sifat molekul wewangian dengan proses penguapan parfum.

Jadi, parfum yang wanginya terasa cocok di kulit temanmu belum tentu memberikan kesan yang persis sama saat kamu memakainya.

 

Jangan buru-buru menilai parfum


Kalau lagi mencoba parfum baru, jangan langsung memutuskan suka atau nggak dari semprotan pertama. Tunggu beberapa waktu supaya kamu bisa mengenali perkembangan aromanya.

Intinya, perubahan aroma parfum nggak otomatis berarti produknya rusak. Bisa jadi, kamu sedang mencium karakter wewangian yang berkembang seiring waktu.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH