BEAUTY

Anti Bau Apek! Begini Cara Tetap Wangi Saat Hujan

A. Firdaus
Rabu 28 Oktober 2026 / 11:13
Ringkasnya gini..
  • Parfum cepat memudar saat musim hujan.
  • Kondisi udara yang lembap, keringat, hingga pakaian yang terkena air hujan bisa memengaruhi bagaimana aroma parfum tercium.
  • Menjaga aroma parfum saat musim hujan bukan hanya soal memilih wewangian yang tahan lama.
Jakarta: Sobat Medcom, musim hujan sering kali bikin penampilan terasa kurang maksimal. Baju mudah lembap, udara terasa dingin, dan aroma parfum yang sudah disemprotkan sejak pagi terkadang cepat memudar. Padahal, tetap wangi sepanjang hari bisa bikin kamu lebih percaya diri saat beraktivitas.

Kondisi udara yang lembap, keringat, hingga pakaian yang terkena air hujan bisa memengaruhi bagaimana aroma parfum tercium. Karena itu, memakai parfum saat musim hujan membutuhkan sedikit trik agar wanginya tetap nyaman dan tidak berlebihan.

Kamu tidak harus menyemprotkan parfum berkali-kali atau menggunakan aroma yang terlalu kuat. Dengan cara pemakaian yang tepat, wangi favoritmu bisa menemani aktivitas dari berangkat kerja hingga pulang ke rumah. Yuk, simak tipsnya:

1. Gunakan parfum setelah mandi


Salah satu waktu terbaik untuk memakai parfum adalah setelah mandi, ketika kulit sudah bersih. Pastikan tubuh dikeringkan terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum.

Kulit yang bersih membantu aroma parfum tercium lebih nyaman karena tidak bercampur dengan bau keringat atau aroma tubuh lainnya. Namun, jangan langsung menyemprotkan parfum ke kulit yang masih basah karena air dapat memengaruhi penyebaran produk.
 

2. Pakai pelembap sebelum parfum


Udara dingin dan kebiasaan berada di ruangan ber-AC bisa membuat kulit terasa kering. Nah, kulit yang terhidrasi dengan baik dapat membantu aroma parfum bertahan lebih lama.

Gunakan pelembap tanpa pewangi atau unscented moisturizer sebelum menyemprotkan parfum. Jika ingin menggunakan produk beraroma, pilih yang wanginya senada agar tidak bertabrakan dengan parfum favoritmu.

Trik ini juga cocok buat kamu yang ingin wanginya terasa lebih lembut dan tidak terlalu menyengat.
 

3. Semprotkan di titik nadi


Titik nadi menjadi salah satu area yang sering dipilih untuk memakai parfum. Kamu bisa menyemprotkannya di pergelangan tangan, sisi leher, atau bagian dalam siku.
 
Parfum titik nadi
Titik nadi menjadi salah satu area yang sering dipilih untuk memakai parfum. Ilustrasi Magnific


Area tersebut cenderung lebih hangat sehingga dapat membantu aroma parfum menyebar. Meski begitu, ketahanan parfum tetap dipengaruhi oleh konsentrasi wewangian, komposisi bahan, kondisi kulit, dan aktivitas sehari-hari.

Hindari menggosok kedua pergelangan tangan setelah menyemprotkan parfum. Biarkan cairan mengering dengan sendirinya agar aroma berkembang secara alami.
 

4. Pilih aroma yang sesuai untuk musim hujan


Musim hujan bisa menjadi waktu yang tepat untuk bereksperimen dengan aroma parfum yang terasa nyaman. Wewangian dengan karakter kayu atau woody, amber, musk, rempah, hingga vanila dapat memberikan kesan hangat dan menenangkan.

Sementara itu, jika kamu lebih menyukai aroma segar, parfum dengan sentuhan citrus, teh, atau aroma bersih bisa menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari.

Tidak ada aroma yang wajib digunakan saat musim hujan. Pilih wewangian sesuai selera, suasana, dan tempat kamu beraktivitas. Untuk ruang kerja atau transportasi umum, gunakan aroma secukupnya agar tidak mengganggu orang di sekitar.
 

5. Jangan lupakan pakaian


Bukan cuma kulit, pakaian juga berpengaruh terhadap aroma tubuh secara keseluruhan. Baju yang lembap karena hujan atau belum benar-benar kering setelah dicuci bisa menimbulkan bau apek yang bercampur dengan parfum.

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dikenakan. Jika memungkinkan, bawa jaket atau pakaian cadangan ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat hujan deras.

Kamu juga bisa menyemprotkan parfum pada pakaian jika petunjuk produknya memungkinkan. Namun, uji terlebih dahulu pada bagian kecil yang tersembunyi karena sebagian parfum mengandung alkohol atau bahan pewangi yang berpotensi meninggalkan noda, terutama pada kain berwarna terang atau bahan halus.
 

6. Semprotkan parfum secukupnya


Saat udara terasa dingin, kamu mungkin tergoda memakai parfum lebih banyak agar wanginya tetap terasa. Padahal, menyemprotkan parfum berlebihan belum tentu membuat aromanya bertahan lebih lama.

Mulailah dengan beberapa semprotan sesuai karakter dan kekuatan parfum. Berikan waktu agar aromanya berkembang sebelum menambah semprotan.

Perlu diingat, hidung juga bisa beradaptasi terhadap aroma yang terus-menerus tercium. Jadi, ketika kamu merasa wanginya mulai hilang, belum tentu orang lain merasakan hal yang sama.
 

7. Bawa parfum untuk menyegarkan aroma


Kalau aktivitasmu berlangsung seharian, membawa parfum ukuran kecil atau travel size bisa menjadi solusi praktis. Kamu dapat menggunakannya kembali ketika diperlukan, misalnya setelah beraktivitas di luar ruangan.

Sebelum menyemprotkan ulang, pastikan kulit atau pakaian tidak sedang basah dan berkeringat berlebihan. Jika tubuh terasa lengket, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu agar aroma parfum tidak bercampur dengan bau keringat.

Simpan parfum sesuai petunjuk pada kemasan, jauh dari panas berlebihan dan sinar matahari langsung. Dengan begitu, kualitas aromanya bisa lebih terjaga.
 

Tetap Wangi Tanpa Harus Berlebihan


Menjaga aroma parfum saat musim hujan bukan hanya soal memilih wewangian yang tahan lama. Kondisi kulit, kebersihan pakaian, cara pemakaian, dan aktivitas harian juga berperan penting.

Kuncinya, gunakan parfum pada kulit yang bersih dan terhidrasi, pilih aroma yang kamu sukai, serta pastikan pakaian tidak lembap atau berbau apek.

Dengan kebiasaan sederhana ini, kamu bisa tetap merasa segar dan percaya diri meski harus menghadapi cuaca yang tidak menentu. Jadi, sudah siap tampil wangi meski hujan datang setiap hari?

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH