NEWS

Arti Huruf K dalam Bohlam Lampu, Ada Kaitannya dengan Temperatur Warna

Muhammad Syahrul Ramadhan
Kamis 29 Oktober 2026 / 16:14
Ringkasnya gini..
  • Bukan hanya sekadar tulisan, huruf K (Kelvin) dalam bohlam lampu merupakan indikator temperatur warna cahaya dari sebuah lampu.
  • Semakin besar indikatir Kelvin maka semakin putih dan dingin temperatur warna yang terpancar, semakin rendah maka semakin hangat cahaya yang dihasilkan.
  • Kapasitas Kelvin pada lampu dapat disesuaikan dengan ruangan dan kebutuhan.
Jakarta: Saat membeli bohlam lampu, kamu mungkin sering menemukan angka seperti 3000K, 4000K, atau 6500K pada kemasannya. Angka tersebut biasanya disertai huruf K yang menunjukkan karakteristik warna cahaya yang dihasilkan lampu.

Memahami arti K dalam bohlam lampu dapat membantu menentukan pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan ruangan. Pasalnya, warna cahaya bisa memengaruhi suasana interior, mulai dari kesan hangat dan nyaman hingga tampilan yang lebih terang dan netral.

Mengutip lamn Logos Lighting, Kelvin (K) digunakan untuk mengukur temperatur warna atau color temperature pada sumber cahaya. Nilainya membantu menunjukkan apakah cahaya terlihat kekuningan, putih netral, atau cenderung kebiruan.


Arti K dalam Bohlam Lampu


Huruf K pada bohlam lampu merupakan singkatan dari Kelvin, yaitu satuan untuk menyatakan temperatur warna cahaya. Dalam dunia pencahayaan, Kelvin digunakan untuk menggambarkan tampilan warna cahaya putih yang dihasilkan oleh lampu.

Menurut Logos Lighting, nilai Kelvin yang lebih rendah umumnya menghasilkan cahaya berwarna hangat dengan nuansa kuning. Sebaliknya, nilai Kelvin yang lebih tinggi menghasilkan cahaya putih yang lebih dingin dan dapat terlihat sedikit kebiruan.

Sebagai contoh, bohlam dengan label 2700K biasanya menghasilkan cahaya kuning hangat, sedangkan bohlam 6500K cenderung menghasilkan cahaya putih kebiruan yang menyerupai karakteristik cahaya siang.

Perlu diketahui bahwa Kelvin tidak menunjukkan tingkat kecerahan lampu. Untuk mengetahui seberapa terang cahaya yang dihasilkan, satuan yang perlu diperhatikan adalah lumen (lm). Sementara itu, watt (W) menunjukkan konsumsi daya listrik lampu.

Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa memilih bohlam berdasarkan warna cahaya, tingkat kecerahan, dan kebutuhan pencahayaan ruangan.


Perbedaan Warna Cahaya Berdasarkan Kelvin


Bohlam lampu tersedia dalam berbagai temperatur warna. Secara umum, berikut pembagian rentang Kelvin yang sering ditemukan pada produk lampu rumah tangga.
 
color temperature
Temperatur Warna. Foto: Logos Lighting


1. Warm White (2700K-3500K)

Warm white menghasilkan cahaya berwarna kuning hangat yang memberikan kesan nyaman dan menenangkan. Karakter cahaya ini sering digunakan untuk menciptakan suasana yang lebih santai di dalam rumah.

Lampu dengan temperatur warna ini cocok digunakan di kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, atau area bersantai.

Selain memberikan kesan hangat, warm white juga dapat membantu menghadirkan suasana interior yang lebih intim. Karena itu, jenis pencahayaan ini sering ditemukan pada hunian yang mengutamakan kenyamanan.
 
2. Neutral White (3500K-4500k)

Neutral white menghasilkan cahaya putih yang relatif seimbang, tidak terlalu kuning maupun kebiruan. Warna ini dapat menjadi pilihan bagi ruangan yang membutuhkan pencahayaan fungsional tanpa menghilangkan kesan nyaman.

Temperatur warna sekitar 4000K sering digunakan di dapur, ruang kerja, kamar mandi, dan area lain yang memerlukan pencahayaan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Warna cahaya netral juga dapat membantu menampilkan warna benda dengan kesan yang relatif alami. Meski begitu, ketepatan reproduksi warna turut dipengaruhi oleh indeks reproduksi warna atau Color Rendering Index (CRI) pada lampu.


3. Cool White dan Daylight (4500K-6500K)

Lampu dengan temperatur warna 5000K–6500K menghasilkan cahaya putih yang lebih dingin dan dapat memiliki nuansa kebiruan.

Jenis pencahayaan ini sering digunakan pada area kerja, garasi, ruang penyimpanan, dan tempat lain yang membutuhkan tampilan cahaya menyerupai kondisi siang hari.

Namun, pemilihan temperatur warna tetap perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan dan kenyamanan penggunanya. Cahaya dengan Kelvin tinggi tidak otomatis lebih terang daripada lampu dengan Kelvin rendah karena tingkat kecerahan ditentukan oleh jumlah lumen yang dihasilkan.


Kelvin dan Tingkat Kecerahan Lampu


Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa lampu dengan Kelvin lebih tinggi pasti lebih terang.

Padahal, Kelvin dan lumen memiliki fungsi yang berbeda. Kelvin menunjukkan temperatur warna cahaya, sedangkan lumen menunjukkan total keluaran cahaya yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kecerahan lampu.

Sebagai contoh, dua bohlam dengan temperatur warna 3000K dan 6500K bisa saja memiliki tingkat kecerahan yang sama apabila keduanya menghasilkan jumlah lumen yang setara.

Sebaliknya, bohlam 3000K dengan keluaran 1000 lumen dapat menghasilkan cahaya lebih banyak dibandingkan bohlam 6500K dengan keluaran 800 lumen.

Oleh karena itu, saat membeli bohlam, perhatikan dua informasi tersebut secara bersamaan. Pilih Kelvin berdasarkan warna cahaya yang diinginkan dan lumen berdasarkan kebutuhan pencahayaan ruangan.

(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)

MOST SEARCH