Bingung Jual atau Sewa Rumah? Foto: Freepik
Bingung Jual atau Sewa Rumah? Foto: Freepik

Rumah Tidak Ditempati? Pilih Dijual atau Disewakan

Rizkie Fauzian • 03 Juli 2026 21:14
Ringkasnya gini..
  • Menjual rumah memberikan dana tunai dalam waktu relatif cepat, sedangkan menyewakan rumah menawarkan pendapatan rutin tanpa kehilangan aset.
  • Keputusan menjual atau menyewakan rumah perlu mempertimbangkan kebutuhan keuangan, biaya perawatan, dan potensi kenaikan nilai properti.
  • Tidak ada pilihan yang paling menguntungkan untuk semua orang karena setiap opsi memiliki kelebihan dan risiko yang berbeda sesuai tujuan finansial pemilik rumah.
Jakarta: Rumah yang tidak lagi ditempati sering kali membuat pemilik dihadapkan pada dua pilihan, yakni menjual atau menyewakannya. Keduanya sama-sama berpotensi memberikan keuntungan, namun hasil yang diperoleh bergantung pada kebutuhan keuangan, kondisi pasar, serta tujuan investasi pemilik.
 
Menjual rumah dapat memberikan dana dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, menyewakan rumah berpotensi menghasilkan pemasukan secara rutin tanpa harus melepaskan kepemilikan aset.
 
Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan. Berikut perbandingannya.

Jual atau sewa rumah, mana yang lebih menguntungkan?

1. Menjual rumah memberikan dana tunai lebih cepat

Jika membutuhkan dana besar untuk kebutuhan tertentu, seperti membeli rumah baru, modal usaha, atau biaya pendidikan, menjual rumah dapat menjadi pilihan.

Setelah transaksi selesai, pemilik akan menerima hasil penjualan tanpa perlu menunggu pemasukan secara bertahap.
 
Namun, setelah rumah dijual, pemilik tidak lagi memiliki hak atas aset tersebut maupun potensi kenaikan nilainya di masa mendatang.

2. Menyewakan rumah menghasilkan pendapatan rutin

Menyewakan rumah dapat menjadi sumber pendapatan pasif melalui pembayaran sewa secara bulanan atau tahunan. Selain memperoleh pemasukan berkala, pemilik juga tetap memiliki aset yang nilainya berpotensi meningkat dari waktu ke waktu.
 
Meski demikian, rumah sewa tetap membutuhkan biaya perawatan, perbaikan, serta ada kemungkinan mengalami masa kosong ketika belum mendapatkan penyewa.

3. Potensi kenaikan nilai properti

Properti pada umumnya memiliki peluang mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang, terutama jika berada di kawasan yang berkembang. Karena itu, menyewakan rumah sambil mempertahankan kepemilikannya dapat menjadi strategi investasi bagi sebagian orang.
 
Sebaliknya, jika harga properti sedang tinggi dan diperkirakan sulit naik dalam waktu dekat, menjual rumah dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan.

4. Pertimbangkan biaya perawatan

Rumah yang disewakan tetap memerlukan perawatan agar kondisinya tetap layak huni. Pemilik juga perlu menganggarkan biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan selama masa sewa.
 
Sementara itu, setelah rumah terjual, tanggung jawab terhadap biaya perawatan maupun pajak properti akan beralih kepada pemilik baru.

5. Sesuaikan dengan tujuan keuangan

Keputusan menjual atau menyewakan rumah sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing. Jika membutuhkan dana dalam waktu dekat, menjual rumah dapat menjadi solusi.
 
Namun, apabila ingin memperoleh pendapatan jangka panjang sekaligus mempertahankan aset, menyewakan rumah bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang selalu lebih menguntungkan untuk semua orang.
 
Menjual rumah cocok bagi pemilik yang membutuhkan dana cepat, sedangkan menyewakan rumah lebih sesuai bagi mereka yang ingin membangun pendapatan pasif dan tetap memiliki aset properti dalam jangka panjang. (Syarifah Komalasari)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan