Banyak konsumen kini memilih menyewa terlebih dahulu sebagai strategi. Foto: Freepik
Banyak konsumen kini memilih menyewa terlebih dahulu sebagai strategi. Foto: Freepik

Tren Baru Properti: Warga Indonesia Lebih Pilih Sewa daripada Beli Rumah

Rizkie Fauzian • 10 Juli 2026 14:28
Ringkasnya gini..
  • Minat masyarakat Indonesia untuk menyewa hunian mencapai 58,6 persen pada kuartal II-2026, melampaui minat membeli rumah yang sebesar 41,4 persen.
  • Rumah123 mencatat permintaan hunian sewa naik 8,2 persen secara tahunan, sementara minat membeli rumah turun 19,8 persen.
  • Kelompok usia 18-34 tahun dinilai lebih memilih menyewa sebagai langkah awal sebelum membeli rumah karena mempertimbangkan fleksibilitas dan kondisi finansial.
Jakarta: Masyarakat Indonesia mulai memasuki era rent first, yakni tren ketika menyewa hunian menjadi pilihan utama sebelum memutuskan membeli rumah. Pergeseran perilaku ini tercermin dari data Rumah123 yang menunjukkan minat menyewa hunian kini telah melampaui minat membeli rumah pada kuartal II-2026.
 
Berdasarkan analisis jutaan aktivitas pencarian dan enquiry pengguna Rumah123 sepanjang April hingga Juni 2026, sebanyak 58,6 persen enquiry ditujukan untuk hunian sewa. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan minat membeli rumah yang hanya mencapai 41,4 persen.
 
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, minat menyewa meningkat dari 53,4 persen menjadi 58,6 persen, sedangkan minat membeli turun dari 46,6 persen menjadi 41,4 persen. Temuan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan sewa sebagai tahap awal sebelum memiliki rumah sendiri.

Rumah123 mencatat tren tersebut telah berlangsung secara konsisten selama lima kuartal terakhir. Dalam periode tersebut, porsi enquiry untuk membeli rumah terus menurun, sementara permintaan hunian sewa terus meningkat. Pada kuartal II-2026, selisih antara keduanya mencapai 17,2 poin persentase, menjadi yang terbesar sejak April 2025.
 
Perubahan juga terlihat dari laju pertumbuhan permintaan. Enquiry untuk membeli rumah turun 19,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan melemah 4,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/QoQ). Sebaliknya, enquiry hunian sewa justru meningkat 8,2 persen YoY.
 
Tren ini didorong oleh kelompok usia produktif. Sebanyak 53,9 persen pengguna Rumah123 berasal dari rentang usia 18-34 tahun, yang umumnya masih membangun karier, keluarga, dan kondisi keuangan. Kelompok ini dinilai lebih membutuhkan fleksibilitas tempat tinggal sehingga memilih menyewa sebelum membeli rumah.
 
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan aspirasi masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi. Namun, banyak konsumen kini memilih menyewa terlebih dahulu sebagai strategi yang lebih fleksibel sambil mempersiapkan kondisi finansial dan menunggu waktu yang tepat untuk membeli rumah.
 
Data menunjukkan semakin banyak konsumen memilih menyewa terlebih dahulu sebagai strategi yang lebih fleksibel sambil mempersiapkan kondisi finansial, menyesuaikan kebutuhan hidup, dan menunggu momentum yang tepat untuk membeli rumah.
 
"Dengan kata lain, menyewa kini menjadi bagian dari perjalanan menuju kepemilikan rumah," ujar Marisa dalam laporan, Jumat, 10 Juli 2026.
 
Menurutnya, fenomena tersebut bukan berarti minat memiliki rumah menurun, melainkan terjadi perubahan urutan dalam proses pengambilan keputusan. Menyewa kini menjadi fase transisi menuju kepemilikan rumah, terutama bagi generasi muda yang masih membangun stabilitas finansial dan membutuhkan mobilitas tinggi.
 
Selain itu, aktivitas penggunaan fitur Simulasi KPR di Rumah123 juga turun 11,6 persen QoQ. Meski demikian, mayoritas simulasi masih didominasi rumah dengan harga di bawah Rp500 juta sebesar 35,2 persen, disusul rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebanyak 30,5 persen.
 
Dari sisi tenor pembiayaan, pilihan terbanyak berada pada tenor 16-20 tahun dengan porsi 36,9 persen. Selanjutnya tenor hingga 10 tahun sebesar 30,1 persen, dan tenor 11-15 tahun sebanyak 28,1 persen.
 
Rumah123 juga mencatat kata kunci "subsidi" menjadi pencarian paling populer dengan porsi 10,02 persen dari total sesi pencarian. Posisi berikutnya ditempati kata kunci "cluster" sebesar 6,10 persen, "mewah" 4,84 persen, "butuh uang" 3,90 persen, "kavling" 2,93 persen, "rumah kampung" 2,08 persen, dan "KPR" 1,81 persen.
 
Dominasi pencarian rumah subsidi menunjukkan keterjangkauan harga masih menjadi pertimbangan utama masyarakat. Di sisi lain, tingginya pencarian rumah cluster dan hunian mewah mengindikasikan konsumen juga semakin memperhatikan kualitas lingkungan, fasilitas, dan gaya hidup saat memilih tempat tinggal.
 
VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan data jutaan aktivitas pengguna di platformnya mampu menggambarkan perubahan perilaku pasar properti di Indonesia. Menurutnya, insight tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat maupun pelaku industri dalam mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi pasar terkini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan