TIPS

Jangan Asal Angkut Barang, Ini Kesalahan saat Pindahan Rumah

Rizkie Fauzian
Rabu 22 Juli 2026 / 13:27
Ringkasnya gini..
  • Pindahan rumah yang dilakukan secara terburu-buru berisiko menyebabkan barang rusak, tertinggal, atau sulit ditemukan.
  • Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat pindahan rumah antara lain menunda packing, tidak memberi label pada kardus, membawa semua barang tanpa disortir
  • Membuat checklist barang, melindungi barang pecah belah, serta memastikan utilitas di rumah baru sudah aktif dapat membantu mengurangi kendala saat proses pindahan berlangsung.
Jakarta: Pindahan rumah sering kali menjadi momen yang melelahkan, terutama jika harus dilakukan dalam waktu singkat. Tanpa persiapan yang matang, proses pindahan dapat memicu berbagai masalah, mulai dari barang rusak hingga dokumen penting yang hilang.

Agar proses pindahan berjalan lebih lancar, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari. Dengan perencanaan yang baik, perpindahan ke rumah baru dapat dilakukan lebih aman, efisien, dan minim stres.

Kesalahan yang terjadi saat buru-buru pindah rumah


Kesalahan yang terjadi saat buru-buru pindah rumah. Foto: Freepik

1. Menunda proses packing hingga hari terakhir

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah baru mulai mengemas barang sehari sebelum pindahan. Akibatnya, banyak barang tercampur, tidak terlindungi dengan baik, atau bahkan tertinggal.

Mulailah mengemas barang yang jarang digunakan setidaknya satu hingga dua minggu sebelum jadwal pindahan.

2. Tidak memberi label pada kardus

Banyak orang memasukkan barang ke dalam kardus tanpa memberikan label. Hal ini membuat proses membongkar barang di rumah baru menjadi lebih lama karena harus membuka setiap kardus satu per satu.

Tuliskan isi kardus dan ruangan tujuan, misalnya "Dapur", "Kamar Utama", atau "Ruang Kerja".

3. Membawa semua barang tanpa disortir

Pindahan menjadi waktu yang tepat untuk memilah barang yang masih digunakan dan yang sudah tidak diperlukan.
 
Barang yang rusak, tidak terpakai, atau sudah lama disimpan sebaiknya didonasikan, dijual, atau didaur ulang agar tidak memenuhi rumah baru.

4. Mengabaikan perlindungan barang pecah belah

Peralatan makan, kaca, dekorasi, dan barang elektronik membutuhkan perlindungan khusus selama proses pengangkutan.

Gunakan bubble wrap, kertas, atau handuk sebagai pelindung agar barang tidak mudah pecah atau tergores selama perjalanan.

5. Tidak menyiapkan tas berisi kebutuhan penting

Saat baru tiba di rumah baru, biasanya proses membongkar barang membutuhkan waktu. Siapkan satu tas khusus yang berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian ganti, perlengkapan mandi, charger ponsel, serta perlengkapan dasar agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa harus membongkar semua kardus.

6. Lupa mengecek utilitas rumah lama dan rumah baru

Sebelum pindah, pastikan listrik, air, internet, dan layanan lainnya di rumah baru sudah aktif. Jangan lupa mencatat meteran listrik dan air di rumah lama serta memastikan tidak ada tagihan yang tertinggal. Pemeriksaan sederhana ini dapat mencegah kendala saat mulai menempati rumah baru.

7. Tidak membuat daftar barang

Checklist membantu memastikan seluruh barang telah terangkut dan tidak ada yang tertinggal di rumah lama maupun kendaraan pengangkut. Daftar tersebut juga memudahkan proses pengecekan ketika barang tiba di rumah baru.

Tips agar proses pindahan lebih lancar

Selain menghindari kesalahan di atas, buatlah jadwal pindahan sejak jauh hari, gunakan kardus yang kuat, pisahkan barang berharga untuk dibawa sendiri, dan jika menggunakan jasa pindahan, pilih penyedia layanan yang memiliki reputasi baik.

Persiapan yang matang dapat menghemat waktu, mengurangi risiko kerusakan barang, serta membuat proses menempati rumah baru menjadi lebih nyaman.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH