Ini Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan Ibu dan Balita
- Saat kondisi darurat, ibu kemungkinan harus menyelamatkan diri sambil menggendong anak.
- Bukan berarti semua perlengkapan anak harus masuk ke dalam satu tas.
- Ini isi tas siaga bencana khusus untuk ibu dengan bayi dan balita.
Jakarta: Buat ibu yang punya bayi, batita, atau balita, menyiapkan tas siaga bencana memang butuh perhatian ekstra.
Saat kondisi darurat, ibu kemungkinan harus menyelamatkan diri sambil menggendong anak. Karena itu, isi tas juga perlu lebih spesifik, ringkas, dan tetap nyaman dibawa.
Bukan berarti semua perlengkapan anak harus masuk ke dalam satu tas. Justru, pilih barang yang paling dibutuhkan selama masa awal evakuasi.
Dengan begitu, ibu tetap bisa bergerak lebih leluasa tanpa meninggalkan kebutuhan penting si kecil. Dinukil dari laman media sosial dr. Leonirma Tengguna, M.Sc, Sp.A, CIMI, berikut adalah isi tas siaga ibu dan si kecil.
1. Amankan dulu dokumen dan obat penting
Pertama, siapkan dokumen yang mungkin dibutuhkan selama kondisi darurat. Masukkan fotokopi KIA atau kartu imunisasi, KTP dan KK orang tua, data diri dalam USB, serta foto terbaru anak yang disimpan dalam plastik antiair.
Untuk kesehatan, siapkan paracetamol sesuai berat badan anak, oralit, obat rutin bila ada, dan catatan alergi. Lengkapi dengan kasa, antiseptik nonalkohol, gunting kecil, serta termometer.

(Isi tas siaga bencana untuk ibu dan anak. Foto: Ilustrasi/Dok.AI Generated)
2. Perlengkapan anak jadi prioritas
Nah, perlengkapan anak jelas jadi bagian utama. Siapkan popok untuk sekitar dua hari, tisu basah dan kering, hand sanitizer, krim atau lotion, sabun bayi, serta beberapa kantong plastik.
Pakaian juga jangan sampai ketinggalan. Dua set baju ganti, jaket tipis, kaus kaki, selimut, dan masker anak bisa dimasukkan ke dalam tas.
Untuk bayi yang tidak mendapatkan ASI, siapkan susu formula dalam kemasan praktis dan dot cadangan. Sementara anak yang sudah MPASI bisa dibekali bubur instan sesuai usia dan tekstur serta biskuit bayi.
Satu mainan kecil yang familiar juga boleh dibawa. Kelihatannya sepele, tetapi barang favorit anak bisa membantu membuatnya lebih nyaman ketika harus berada di tempat pengungsian.
3. Jangan sampai kebutuhan ibu malah kelupaan
Karena fokusnya membawa anak, kebutuhan ibu kadang justru terlupakan. Padahal, ibu juga membutuhkan perlengkapan sendiri selama evakuasi.
Siapkan obat rutin jika diperlukan, dua set pakaian, jas hujan tipis, pembalut atau pantyliner, masker, dan hand sanitizer.
Masukkan juga air minum, camilan tahan lama, senter kecil beserta baterai cadangan, power bank, dan uang tunai pecahan kecil.
4. Jangan bikin tas terlalu berat
Ini yang penting. Karena ada kemungkinan ibu harus menggendong bayi atau balita, tas siaga sebaiknya dibuat seringkas mungkin.
Gak perlu memasukkan barang yang kurang esensial hanya karena khawatir akan membutuhkannya.
Tas juga perlu dicek secara berkala. Pastikan obat dan suplemen belum kedaluwarsa, lalu sesuaikan ukuran popok dan pakaian dengan pertumbuhan anak.
Intinya, tas siaga bencana untuk ibu dengan bayi atau balita bukan soal membawa sebanyak-banyaknya barang.
Prioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting, susun dengan rapi, dan pastikan tas tetap nyaman dibawa sambil menggendong si kecil.
Desi Indasari
(TIN)