NEWS

Kawasan Industri Batang Perkuat Ekosistem Bisnis dan Industri

Rizkie Fauzian
Jumat 16 Oktober 2026 / 09:22
Ringkasnya gini..
  • Survei Semester I 2026 KEK Industropolis Batang mencatat 74,07 persen responden optimistis terhadap prospek bisnis dalam satu tahun ke depan.
  • Pengelola kawasan menyelesaikan 77 dari 98 keluhan tenant, atau 78,57 persen, meningkat dibandingkan capaian pada 2025.
  • Pengembangan ekosistem industri turut dilakukan melalui pelatihan 160 siswa SMK dan rekomendasi program penghubung kebutuhan tenaga kerja dengan perusahaan.
Batang: Kepercayaan pelaku industri terhadap prospek bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menguat. Hasil Customer Satisfaction Survey (CSS) Semester I 2026 menunjukkan 74,07 persen responden optimistis atau sangat optimistis terhadap prospek bisnis mereka dalam satu tahun ke depan.

Survei yang melibatkan 59 responden dari 12 perusahaan tenant manufaktur aktif tersebut mencatatkan Net Promoter Score (NPS) sebesar +54,24, meningkat dari +50,00 pada periode sebelumnya. Sementara itu, Customer Engagement Index (CEI) naik 4,42 persen.

Hasil survei tersebut menjadi salah satu indikator evaluasi hubungan antara pengelola kawasan dan tenant, termasuk dalam meningkatkan kualitas layanan untuk mendukung operasional perusahaan.

Dari sisi penanganan keluhan, sebanyak 77 dari total 98 keluhan yang tercatat sepanjang Semester I 2026 telah diselesaikan hingga tuntas. Capaian tersebut setara dengan 78,57 persen, meningkat dibandingkan tingkat penyelesaian sebesar 21,33 persen pada 2025. Adapun 96 keluhan atau 97,96 persen telah memperoleh respons awal.
 
kek(1)

Direktur Operasional KEK Industropolis Batang Nurjaman mengatakan, pengembangan kawasan perlu berorientasi pada kebutuhan industri dan peningkatan kualitas layanan.

“Kepuasan tenant bukan sekadar capaian dalam angka, tetapi cerminan upaya kami memastikan kawasan mampu mendukung keberlangsungan operasional industri. Hasil survei ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan keandalan infrastruktur dan utilitas, memperkuat kualitas layanan, serta merespons kebutuhan tenant secara lebih terarah,” ujar Nurjaman dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2026.

Evaluasi tersebut juga mencatat kinerja utilitas utama, terutama sistem drainase dan pasokan air bersih industri, yang mendukung operasional kawasan.
 

Ke depan, pengelola kawasan memetakan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, antara lain konektivitas dan logistik, fasilitas umum, penerangan jalan, aksesibilitas, serta efisiensi administrasi.

Bagi investor, daya tarik kawasan industri tidak hanya ditentukan ketersediaan lahan dan infrastruktur. Konsistensi pengelola dalam menjaga kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan operasional tenant juga menjadi pertimbangan dalam menjalankan usaha.

Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja

Selain layanan kawasan, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri. KEK Industropolis Batang menjalankan sejumlah inisiatif pengembangan kompetensi, termasuk Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 yang telah melatih 160 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program tersebut didukung kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, serta PT Trax Sumbiri Indo untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri.

Laporan CSS juga merekomendasikan pengembangan portal lowongan kerja terpadu dan program pelatihan untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai.

Rekomendasi tersebut menjadi salah satu masukan dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem industri di kawasan.

Melalui evaluasi layanan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja, KEK Industropolis Batang berupaya memperkuat dukungan terhadap aktivitas industri sekaligus memperluas peluang bagi masyarakat sekitar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH