NEWS

Industropolis Batang Perluas Jejaring Investasi ke Tiongkok

Rizkie Fauzian
Rabu 30 September 2026 / 21:51
Ringkasnya gini..
  • Industropolis Batang meneken MoU dengan HEDA untuk memperluas kerja sama investasi, perdagangan, teknologi, dan manufaktur antara Indonesia dan Tiongkok.
  • Kerja sama HEDA dan Industropolis Batang mencakup lima bidang, mulai dari promosi investasi dan pertukaran kebijakan hingga business matching dan peningkatan kapasitas.
  • Komitmen investasi di Industropolis Batang mencapai Rp114,5 triliun hingga September 2026, dengan sejumlah perusahaan telah menjalankan kegiatan manufaktur dan ekspor.
Hangzhou: PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hangzhou Economic and Technological Development Area (HEDA), Tiongkok.

Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian BRICS SEZ Hangzhou Dialogue & GDTE 2026 di Hangzhou, Tiongkok, pada 24 September 2026. Menurut keterangan KITB, Industropolis Batang menjadi satu-satunya perwakilan Special Economic Zone (SEZ) dari Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dalam forum tersebut.

Penandatanganan disaksikan Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Ali Murtopo, perwakilan negara BRICS dan mitra negara, UNIDO, serta World Free Zone Organization (WFO).

Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan pengembangan investasi, perdagangan, teknologi, dan industri. Sektor yang menjadi perhatian antara lain kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, advanced manufacturing, serta digital dan komunikasi.

Lima Bidang Kerja Sama

Berdasarkan dokumen MoU, kerja sama antara HEDA dan Industropolis Batang mencakup lima bidang utama.

Pertama, dukungan operasional dan bisnis, termasuk fasilitasi pertukaran bisnis serta penjajakan pembukaan perwakilan resmi di masing-masing kawasan ekonomi.

Kedua, promosi investasi dan perdagangan melalui kolaborasi di bidang ekonomi digital, pembangunan hijau dan energi, kesehatan, serta manufaktur peralatan canggih.

Ketiga, pertukaran kebijakan dan pengalaman dalam pengelolaan SEZ, termasuk terkait kebijakan kawasan dan layanan bagi investor.
 

Keempat, kegiatan dan aktivitas bisnis bersama, seperti BRICS SEZ Dialogue, roadshow, serta business matching.

Kelima, peningkatan kapasitas melalui program pelatihan dan studi banding untuk mendukung pengelolaan kawasan.

Kerja sama tersebut sejalan dengan proposal Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT BRICS ke-18 di New Delhi pada 13–14 September 2026. Proposal tersebut mencakup pengembangan portal digital untuk memfasilitasi investasi dan perdagangan lintas kawasan, harmonisasi kebijakan terkait kepabeanan, standar dan mobilitas tenaga kerja, serta pembentukan jaringan SEZ BRICS yang saling terhubung.

Penjajakan Investasi Mulai Dilakukan

Setelah penandatanganan MoU, sejumlah penjajakan kerja sama mulai dilakukan. Pemerintah Distrik Qiantang, Hangzhou, menyatakan kesiapan untuk menjembatani ekspansi penanaman modal asing (PMA) asal Tiongkok ke Indonesia.

Pemerintah setempat juga tengah menjajaki nota kesepahaman lanjutan untuk sektor biofarmasi. Sementara itu, delegasi KITB membuka penjajakan kolaborasi dengan Hangzhou Qiantang Center for Contemporary Internationalization Studies.

KITB juga berkoordinasi dengan China Center for Cooperation on SEZs in BRICS Countries (BSCC) untuk menempatkan marketing kit Industropolis Batang secara permanen di marketing gallery kantor BSCC.

Selain itu, delegasi KITB melakukan kunjungan benchmarking ke dua rute pengembangan SEZ yang menampilkan ekosistem high-tech dengan model triple helix, yakni kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi untuk riset dan pengembangan.

Kunjungan juga mencakup kawasan yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan praktik ESG. Hasil kunjungan tersebut menjadi masukan bagi pengembangan Klaster Inovasi Industropolis Batang.

Komitmen Investasi Capai Rp114,5 Triliun

Kerja sama dengan HEDA dilakukan ketika aktivitas investasi di Industropolis Batang terus berkembang. Hingga September 2026, KITB mencatat komitmen investasi di kawasan mencapai Rp114,5 triliun.

Sejumlah perusahaan telah menjalankan aktivitas hilirisasi dan manufaktur berorientasi ekspor di kawasan tersebut. Salah satunya PT LBM Energi Baru Indonesia yang memproduksi material baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) untuk mendukung rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

LBM mencatat nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun di atas lahan seluas 31,72 hektare. Perusahaan tersebut mengembangkan kapasitas produksi hingga 150.000 ton LFP dan 150.000 ton FP per tahun, dengan potensi penyerapan sekitar 1.000 tenaga kerja.

Industropolis Batang juga menjadi lokasi PT TGP Plaspack Lestari, perusahaan asal Malaysia dengan investasi sekitar Rp115 miliar dan penyerapan sekitar 500 tenaga kerja. Sekitar 85 persen hasil produksinya ditujukan untuk pasar ekspor.

Sementara itu, PT Trax Sumbiri Indo mengembangkan teknologi manufaktur untuk produksi pakaian olahraga yang dipasarkan ke berbagai negara.

Menurut KITB, keberadaan perusahaan tersebut menunjukkan perkembangan Industropolis Batang sebagai bagian dari rantai pasok global, dengan industri yang mencakup manufaktur, hilirisasi, serta kegiatan berorientasi ekspor.

Pertumbuhan kawasan juga berlangsung di tengah perkembangan ekonomi Kabupaten Batang. Pada kuartal II 2026, PDRB Kabupaten Batang tumbuh 8,38 persen. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran tercatat turun dari 5,67 persen menjadi 5,07 persen.

Direktur Pemasaran & Pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang Angga Brahmana Sukma mengatakan kerja sama dengan HEDA diharapkan dapat memperluas akses investasi dan pertukaran pengetahuan.

“Kami satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia yang berhasil menandatangani kerja sama dengan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus di China dalam agenda BRICS ini. Harapannya dengan kerja sama ini membuka platform yang lebih luas lagi untuk kita bisa kerja sama di bidang investasi, tentunya untuk menarik investasi dari negara-negara BRICS, dan yang penting kita bisa mendapatkan transfer of knowledge.”

Kerja sama dengan HEDA menjadi bagian dari upaya Industropolis Batang memperluas jejaring investasi internasional, khususnya dengan mitra di Tiongkok. Kolaborasi tersebut mencakup peluang investasi, pengembangan industri, teknologi, hingga integrasi rantai pasok.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH