NEWS

Rumah Subsidi Makin Diminati, Keluarga Muda Dominasi Permintaan

Rizkie Fauzian
Selasa 04 Agustus 2026 / 11:17
Ringkasnya gini..
  • 3 Ringkasan BeritaRingkasan 1BP Tapera menyatakan pertumbuhan keluarga muda, urbanisasi, dan meningkatnya kesadaran memiliki rumah menjadi faktor utama yang mendorong permintaan rumah subsidi di Indonesia.
  • Pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan FLPP untuk 350.000 unit rumah subsidi pada 2026 guna memenuhi tingginya kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Data BP Tapera menunjukkan sekitar 62 persen penerima rumah subsidi melalui FLPP pada 2025 berasal dari kalangan Generasi Z dan milenial, menandakan tingginya minat generasi muda terhadap kepemilikan rumah.
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebut pertumbuhan keluarga muda menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya permintaan rumah subsidi di Indonesia. Kondisi tersebut turut didukung oleh urbanisasi serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan prospek pasar rumah subsidi pada semester II 2026 masih sangat positif. Menurutnya, kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih tinggi seiring masih besarnya angka backlog kepemilikan rumah.

"Dari sisi demografi, pertumbuhan keluarga muda, urbanisasi, dan meningkatnya kesadaran memiliki rumah sebagai aset jangka panjang juga menjadi pendorong utama permintaan rumah subsidi," ujar Heru dikutip dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Heru menambahkan, pengembang bersama pemerintah kini juga semakin memperhatikan kualitas kawasan perumahan subsidi. Pengembangan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga didukung infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai.

Menurut dia, aspek seperti konektivitas kawasan, akses jalan, jaringan air bersih, transportasi umum, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga area komersial menjadi bagian penting dalam pengembangan perumahan subsidi agar lebih layak huni.

Target penyaluran 350 ribu rumah subsidi

Untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat, pemerintah terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan untuk 350.000 unit rumah subsidi, meningkat dibandingkan realisasi tahun-tahun sebelumnya. Target tersebut diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Didominasi milenial dan Gen Z

BP Tapera juga mencatat rumah subsidi semakin diminati generasi muda. Berdasarkan data penyaluran FLPP sepanjang 2025, sebanyak 278.868 unit rumah subsidi berhasil disalurkan, dengan sekitar 62 persen penerimanya berasal dari kalangan Generasi Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.
 
Heru menilai tingginya minat generasi muda tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran untuk memiliki rumah sebagai investasi jangka panjang sekaligus tempat tinggal.

Perumahan jadi prioritas pembangunan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan sektor perumahan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional karena memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurut AHY, pembangunan rumah tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program perumahan dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas sektor konstruksi, serta mendorong pertumbuhan industri pendukung.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH