SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan. Foto: SMF
SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan. Foto: SMF

SMF Salurkan Pembiayaan Rp20,88 Triliun di 2025

Rizkie Fauzian • 05 Maret 2026 18:19
Ringkasnya gini..
  • SMF mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan penyaluran dana Rp20,88 triliun untuk mendukung pembiayaan perumahan nasional.
  • Melalui program KPR FLPP dan pembiayaan mikro Griya Tunas, SMF telah membantu pembiayaan lebih dari 904 ribu unit rumah hingga akhir 2025.
  • Total aset SMF mencapai Rp66,8 triliun pada 2025 dengan laba bersih Rp565 miliar, mencerminkan kinerja perusahaan yang tetap solid.
Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada berbagai lembaga penyalur pembiayaan perumahan sepanjang 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp17,01 triliun pada 2024.
 
Untuk mendukung penyaluran tersebut, total pendanaan yang diperoleh perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp10,6 triliun. Capaian ini turut diperkuat oleh kepercayaan lembaga pemeringkat internasional maupun domestik.
 
Dalam menjalankan mandat sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, SMF juga aktif mendukung program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Sejak 2018, SMF berperan menyediakan porsi pendanaan sebesar 25 persen dari total penyaluran KPR FLPP. Pendanaan tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang kemudian dioptimalkan melalui skema blended financing dengan penerbitan surat utang.
 
Hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp34,37 triliun, yang setara dengan pembiayaan untuk 904.568 unit rumah. Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi PMN dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun.
 
 
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa setiap dana PMN yang diterima akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
 
“Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur untuk mendukung keterjangkauan pembiayaan perumahan,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
 
Sepanjang 2025, SMF juga melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung sektor pembiayaan perumahan. Dari sisi pendanaan, SMF berhasil memperoleh peringkat internasional BBB dan menjadi korporasi pertama yang surat utangnya eligible pada transaksi repo Bank Indonesia.

Program pembiayaan mikro perumahan

Selain itu, SMF juga menghadirkan sejumlah produk pembiayaan baru seperti Griya Nusantara dan Griya Tunas, yang merupakan program pembiayaan mikro perumahan.
 
Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan formal, terutama pekerja sektor informal dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
 
Sepanjang 2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas untuk 52.142 unit rumah. Realisasi tersebut melampaui target pemerintah sebanyak 50.000 rumah yang mendapatkan akses pembiayaan renovasi hunian.
 
Direktur Bisnis SMF Heliantopo menjelaskan bahwa program tersebut memungkinkan masyarakat memperbaiki rumah agar menjadi lebih layak huni sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
 
“Melalui skema ini, masyarakat dapat melakukan renovasi hunian agar lebih layak huni sekaligus mendukung aktivitas usaha. Ini menjadi solusi konkret dalam mengatasi backlog kelayakan hunian di Indonesia,” ujar dia.

Kinerja keuangan solid

Di tengah dinamika ekonomi dan kondisi likuiditas perbankan, SMF juga mampu menjaga kinerja keuangan yang solid.
 
Hingga Desember 2025, total aset SMF tercatat mencapai Rp66,814 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp565 miliar, atau tumbuh 5 persen dibandingkan Desember 2024.
 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang didukung tata kelola serta manajemen risiko yang kuat.
 
“Laporan keuangan 2025 telah diaudit oleh lembaga audit eksternal independen dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Hal ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko yang prudent,” kata Bonai.
 
Ke depan, SMF akan terus mengoptimalkan peran strategisnya melalui berbagai inisiatif, antara lain sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen repo Bank Indonesia, penguatan SMF Research Institute (SRI), serta penyediaan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan.
 
“Pada 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan akses hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Ananta.

Peringkat 

SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.
 
Ananta mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu sekaligus menunjukkan dukungan kuat pemerintah terhadap peran SMF.
 
“Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan,” ujar Ananta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA