Rumah yang dibangun mengusung konsep Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK). Foto: SMF
Rumah yang dibangun mengusung konsep Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK). Foto: SMF

SMF Bangun Rumah Komunitas Petugas Kebersihan di HSS

Rizkie Fauzian • 06 Februari 2026 09:43
Ringkasnya gini..
  • SMF merealisasikan pembangunan 20 rumah RITK bagi petugas kebersihan di HSS.
  • Program hasil kolaborasi SMF, Kementerian PKP, dan pemerintah daerah.
  • Rumah komunitas diharapkan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penerima manfaat.
Kandangan: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF merealisasikan pembangunan 20 unit rumah bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) bagi komunitas petugas kebersihan di Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten HSS.
 
Pembangunan rumah merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP).

Kolaborasi SMF dukung program 3 juta rumah

Bupati HSS Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi kepada SMF atas komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan melalui pembangunan rumah komunitas. Selain itu, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang membangun prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) berupa jalan perumahan sehingga kawasan hunian memiliki akses yang layak dan nyaman.
 
 
Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Anggoro Putro, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah.

"Ke depan, SMF dan Kementerian PKP juga merencanakan sejumlah proyek kolaborasi lanjutan pada 2026," jelas dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.
 
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SMF menyalurkan dana hibah sebesar Rp1,190 miliar yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mitra Sejati Kecamatan Kandangan.

Konsep RITK dan dampak bagi masyarakat

Rumah yang dibangun mengusung konsep Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) berupa rumah inti modular tipe 18 dengan nilai bantuan Rp58 juta per unit.
 
Kawasan hunian berdiri di atas lahan seluas sekitar 3 hektare milik Pemerintah Daerah HSS dan dirancang menampung hingga 147 kavling rumah, lengkap dengan area komersial, ruang terbuka publik, taman bermain, dan bank sampah.
 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen SMF sebagai SMV Kementerian Keuangan dalam mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem, menekan backlog perumahan, serta mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah.
 
Salah satu penerima manfaat, Maulina, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini memiliki rumah layak huni setelah sebelumnya tinggal menumpang di rumah keluarga.
 
“Bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini memberikan dampak besar bagi kami dan menumbuhkan harapan untuk memperbaiki taraf hidup keluarga,” ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA