Ilustrasi bedah rumah. Foto: MI
Ilustrasi bedah rumah. Foto: MI

21 Ribu Rumah di Papua Bakal Direnovasi Mulai Mei

Rizkie Fauzian • 28 April 2026 12:46
Ringkasnya gini..
  • Renovasi dimulai Mei 2026. Sebanyak 21.000 rumah di Papua akan direnovasi melalui program BSPS.
  • Dorong ekonomi daerah. Program ini menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan sektor konstruksi.
  • Fokus rumah tidak layak huni. Bantuan menyasar warga yang belum tersentuh program selama puluhan tahun.
Sorong: Pemerintah akan memulai program renovasi 21.000 rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di seluruh wilayah Tanah Papua pada Mei 2026. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota.
 
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
 
“Program ini akan menggerakkan ekonomi, tenaga kerja, toko bangunan, semen, pasir, genteng dan lainnya,” ujarnya saat kunjungan kerja di Sorong, Selasa.

Program renovasi dorong ekonomi lokal

Menurut Maruarar, program renovasi rumah memiliki efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas usaha di sektor konstruksi.

Selain renovasi rumah, pemerintah juga akan melakukan penataan tiga kawasan kumuh di Papua serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung pembiayaan masyarakat.
 
 
Maruarar menyoroti belum optimalnya pelaksanaan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi MBR di sejumlah daerah.
 
Ia menyebut kebijakan tersebut penting untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak.

Fokus pada rumah tidak layak huni

Selama kunjungan kerja di Sorong, Maruarar menerima berbagai laporan terkait kondisi rumah masyarakat yang masih memprihatinkan, terutama di kawasan pesisir.
 
Bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan pemerintah daerah, ditemukan masih banyak rumah yang belum tersentuh bantuan selama puluhan tahun.
 
“Ada yang sudah 30 tahun belum pernah mendapat bantuan. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.
 
Program renovasi ini akan mengacu pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
 
Dalam kesempatan itu, Maruarar juga mengapresiasi peran Bank Rakyat Indonesia dalam penyaluran KUR Perumahan.
 
Ia menilai tingginya serapan KUR menunjukkan komitmen dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan bagi masyarakat kecil.
 
Pemerintah berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan kualitas hunian maupun pertumbuhan ekonomi di Papua.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan