Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini akan menggerakkan ekonomi, tenaga kerja, toko bangunan, semen, pasir, genteng dan lainnya,” ujarnya saat kunjungan kerja di Sorong, Selasa.
Program renovasi dorong ekonomi lokal
Menurut Maruarar, program renovasi rumah memiliki efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas usaha di sektor konstruksi.Selain renovasi rumah, pemerintah juga akan melakukan penataan tiga kawasan kumuh di Papua serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk mendukung pembiayaan masyarakat.
Maruarar menyoroti belum optimalnya pelaksanaan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi MBR di sejumlah daerah.
Ia menyebut kebijakan tersebut penting untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak.
Fokus pada rumah tidak layak huni
Selama kunjungan kerja di Sorong, Maruarar menerima berbagai laporan terkait kondisi rumah masyarakat yang masih memprihatinkan, terutama di kawasan pesisir.Bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan pemerintah daerah, ditemukan masih banyak rumah yang belum tersentuh bantuan selama puluhan tahun.
“Ada yang sudah 30 tahun belum pernah mendapat bantuan. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.
Program renovasi ini akan mengacu pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Maruarar juga mengapresiasi peran Bank Rakyat Indonesia dalam penyaluran KUR Perumahan.
Ia menilai tingginya serapan KUR menunjukkan komitmen dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan bagi masyarakat kecil.
Pemerintah berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan kualitas hunian maupun pertumbuhan ekonomi di Papua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News