“Kalau seminggu (verifikasi) dapat, berarti awal Mei seharusnya kita bisa mulai pembangunan. Paling lambat September tahun ini kita harus selesaikan,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dikutip dari Antara, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan program itu mencakup 17 provinsi dan 40 kabupaten/kota di kawasan perbatasan negara. Program tersebut diprioritaskan untuk memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ara mengatakan program bedah rumah dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menjadi bagian dari target nasional renovasi 400.000 rumah.
“Nah, ini bedah 15.000 rumah masuk dalam target 400.000 itu,” ujar Ara.
Menurut dia, waktu pelaksanaan program bedah rumah atau BSPS rata-rata memerlukan empat hingga lima bulan sejak proses pendataan dan verifikasi selesai dilakukan.
“Kami mengerjakan itu rata-rata 4 sampai 5 bulan prosesnya,” ungkap dia.
Ia menegaskan pemerintah ingin pelaksanaan program di wilayah perbatasan berjalan cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Ara menambahkan, program 15.000 unit tersebut awalnya dialokasikan sebanyak 10.000 rumah, namun kemudian ditingkatkan untuk memperluas perbaikan kondisi hunian warga di kawasan perbatasan.
“Kita tidak mau tanggung-tanggung, makanya saya tambah, jangan cuma 10.000, jadi 15.000. Ini kan paling depan, halaman depan kita berbatasan dengan halaman depan tetangga kita,” jelas Ara.
Lebih lanjut, pemerintah menilai peningkatan kualitas hunian di kawasan perbatasan juga diperlukan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan wilayah negara.
Menurutnya, percepatan pelaksanaan penting dilakukan agar masyarakat di kawasan perbatasan segera merasakan manfaat program tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News