NEWS

Tren Properti 2026, Rumah di Bawah Rp1 Miliar Masih Jadi Favorit

Rizkie Fauzian
Rabu 29 Juli 2026 / 17:47
Ringkasnya gini..
  • Laporan Pinhome Semester I 2026 mencatat pencarian rumah meningkat 13 persen, tetapi transaksi properti belum ikut melonjak karena konsumen semakin selektif sebelum membeli hunian.
  • Rumah siap huni dan properti dengan harga di bawah Rp1 miliar menjadi pilihan utama masyarakat. Sekitar 70 persen pengajuan KPR non-subsidi masih berasal dari segmen harga tersebut.
  • Sebanyak 60 persen pengajuan KPR di Pinhome merupakan KPR takeover. Selain itu, minat terhadap apartemen dan hunian di kawasan penyangga dengan akses transportasi yang baik juga terus meningkat.
Jakarta: Aktivitas pencarian hunian di Indonesia terus meningkat sepanjang Semester I 2026. Namun, kenaikan minat tersebut belum diikuti percepatan transaksi karena calon pembeli kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengungkapkan Market Report Semester I 2026 menunjukkan pencarian rumah meningkat 13 persen dibandingkan semester sebelumnya. Meski demikian, sebagian besar konsumen masih berada pada tahap eksplorasi sebelum memutuskan membeli.

"Orang masih mencari terus, tetapi belum langsung memutuskan untuk membeli. Konsumen sekarang lebih selektif dalam menentukan pilihan," ujar Dayu dalam sesi talkshow di Jakarta, Selasa, 29 Juli 2026.

Laporan tersebut disusun berdasarkan perilaku lebih dari empat juta pengguna platform Pinhome, mulai dari aktivitas mencari rumah untuk dibeli atau disewa, menjual properti, mengajukan KPR, hingga menggunakan layanan rumah tangga.

Di sisi pasokan, inventori properti residensial secara nasional juga meningkat 5 persen pada Semester I 2026. Menurut Dayu, kondisi ini menunjukkan semakin banyak pemilik rumah yang terdorong untuk menjual propertinya.
   

Rumah siap huni semakin diminati

Pinhome juga mencatat perubahan preferensi konsumen. Rumah siap huni kini lebih banyak dipilih karena dapat langsung ditempati tanpa perlu mengeluarkan biaya pembangunan tambahan.

Kenaikan biaya konstruksi turut memengaruhi keputusan pembelian. Banyak konsumen memilih rumah berukuran lebih kecil agar masih memiliki anggaran untuk kebutuhan lain, seperti renovasi ringan, interior, maupun perlengkapan rumah.

KPR takeover mendominasi

Perubahan juga terlihat pada pola pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR). Sekitar 60 persen pengajuan KPR melalui Pinhome merupakan KPR takeover, sedangkan 40 persen lainnya merupakan KPR baru.

KPR takeover dipilih untuk memperoleh cicilan yang lebih ringan, menyesuaikan kondisi keuangan, atau mengubah tenor pinjaman.

Sementara itu, sekitar 70 persen pengajuan KPR non-subsidi berasal dari rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. Hal tersebut sejalan dengan tingginya pencarian rumah pada segmen harga tersebut.

Kawasan penyangga dan apartemen kian dilirik

Dari sisi lokasi, kawasan penyangga kota yang memiliki akses transportasi memadai semakin diminati karena menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan pusat kota.

Selain rumah tapak, minat terhadap hunian vertikal juga meningkat. Menurut Pinhome, generasi muda mulai melirik apartemen karena menawarkan lokasi yang lebih dekat dengan pusat aktivitas serta gaya hidup yang lebih praktis. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH