Sejumlah alat berat mengeruk Kalimalang, Bekasi, Rabu (7/11/2018). Bantaran sungai akan ditata sebagai area publik dan destinasi wisata baru. Antara Foto/Risky Andrianto
Sejumlah alat berat mengeruk Kalimalang, Bekasi, Rabu (7/11/2018). Bantaran sungai akan ditata sebagai area publik dan destinasi wisata baru. Antara Foto/Risky Andrianto

Menanti Janji All New Kalimalang

Properti revitalisasi kota tua revitalisasi
Rizkie Fauzian • 01 Januari 2019 10:10
Bekasi: Rencana revitalisasi Kalimalang, Bekasi, merupakan salah satu isu yang banyak menarik perhatian warganet pada 2018. Pelaksanaan proyeknya dijadwalkan berlangsung pada awal tahun baru ini.

"Insya Allah jika tidak ada halangan, awal 2019 kami sudah mulai lakukan revitalisasi Kalimalang. Kami sudah diskusikan dengan Wali Kota Bekasi juga dengan DPRD yang ikut mengawal," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada pertengahan Oktober 2018.

Di dalam gambar desain yang disebarnya di media sosial, proyek ini lebih dari sekedar membangun kanal dan pintu air pencegah banjir. Tetapi sekaligus menyulap Kalimalang menjadi tujuan wisata baru sebagaimana visi Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Sungai Cheonggyecheon, Seoul.
 

baca juga: Kalimalang akan sekeren ini


Ada dua desain gambar yang Kang Emil unggah di akun Instagram pribadinya. Dua gambar tersebut merupakan zona 1 dari empat zona yang direncanakan dalam revitalisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Empat zona tersebut berada di antara Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Gerbang Tol Bekasi Barat yang berjarak 5,6 kilometer. Pembagian zonanya Gerbang Tol Bekasi Timur, Kampus Universitas Islam'45 Bekasi (Unisma), belakang Giant Mega Bekasi dan sekitar Mal Metropolitan Revitalisasi sungai menjadi kawasan wisata layaknya Sungai Cheonggyecheon sudah dimulai oleh Surabaya (proyek Kalimas) dan Denpasar (Sungai Badung). Di Jakarta juga ada proyek Kali Besar yang merupakan bagian revitalisasi kawasan Kota Tua yang telah berlangsung prosesnya sejak era Gubernur Fauzi Bowo.
 

baca juga: Ini wajah baru Kalibesar di Kota Tua Jakarta


Tahap revitalisasai Kali Besar dimulai pada 2016 oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Dia meminta Budi Lim -arsitek spesialis konservasi dan restorasi bangunan bersejarah- untuk merancang ulang Kali Besar menjadi ruang terbuka agar bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas.

Proses revitalisasi terkendala sulitnya membersihkan air sungai Cara yang telah dilakukan adalah membangun pos penyaringan di kawasan Pasar Asemka, lokasi yang berdekatan dengan Kali Besar.

Proyek juga sempat terhenti karena penemuan pondasi gedung yang diyakini sebagai situs sejarah. Hingga kini Tim Cagar Budaya Disbudpar DKI Jakarta terus memastikan adanya kandungan benda-benda atau artefak di sekitar lokasi proyek.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi